Washington, LiputanIslam.com –   Arab Saudi meminta dukungan militer AS untuk mengisi kevakuman yang terjadi akibat penarikan sebagian besar pasukan Uni Emirat Arab (UEA) dari Yaman.

Hal tersebut dilaporkan oleh surat kabar Washington Post (WP) sembari mengutip keterangan sumber-sumber diplomat yang mengetahui masalah tersebut, Kamis (18/7/2019).

Sumber-sumber itu mengatakan bahwa Riyadh berharap AS berkenan memberi informasi intelijen tambahan dan mengerahkan pasukan khusus serta penasehat militer di Yaman, selain melanjutkan dukungan logistik dan ekspor senjata untuk Saudi.

Menurut WP, Saudi mengeluhkan adanya pesan-pesan yang kontradiktif terkait sikap Washington terhadap perang Yaman.

Baca: UEA Mengurangi Jumlah Pasukannya di Yaman dengan Dalih Strategi

Di satu sisi, Kongres AS pada tahun ini telah mengesahkan draf undang-undang penghentian dukungan AS kepada operasi miiter pasukan koalisi Arab yang dipimpin Saudi di Yaman, dan para pejabat Pentagonpun berkesimpulan bahwa perang di Yaman telah membentur jalan buntu sehingga menyarankan Saudi sejak beberapa bulan lalu agar memulai perundingan untuk menyudahi konfrontasi.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menggunakan segenap kewenangannya untuk membendung inisiasi Kongres, dan para Hawkish (garis keras) dalam pemerintahannya, termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasehat Keamanan Nasional John Bolton, sangat tegas dalam menyokong serangan Saudi dan sekutunya terhadap kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Baca: UEA Angkat Kaki dari Yaman Lantaran Ansharullah Kian Tangguh

WP menilai Saudi sangat terpukul oleh keputusan UEA menarik banyak pasukannya dari Yaman, sebab peranan Saudi selama ini lebih banyak banyak terkait dengan serangan udara, sementara UEA terkait dengan serangan darat.

Menurut WP, Saudi tak semudah UEA untuk keluar dari Yaman, karena perbatasannya dengan Yaman sangat panjang.

WP juga mengutip pernyataan sejumlah diplomat Barat dan PBB bahwa penarikan pasukan UEA dari Yaman akan mendorong Saudi untuk memulai perundingan damai dengan Ansarullah, dan menghentikan serangan udaranya yang sejauh ini telah mengundang kecaman keras dari khalayak internasional karena telah menjatuhkan banyak korban sipil.

Baca: Ansarullah Yaman Tawarkan “Ekspor Senjata” ke Arab Saudi

Hanya saja, para diplomat itu tak dapat memastikan apakah Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman akan mengutamakan opsi perundingan, terlebih ketika pemerintahan Trump masih memberinya semangat untuk melanjutkan serangan ke Yaman. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*