Moskow, LiputanIslam.com –   Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa serangan Israel yang berkelanjutan terhadap Suriah merupakan ancaman bagi stabilitas regional serta eskalasi ketegangan yang menimbulkan kekhawatiran Moskow.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Selasa (2/7/2019), menilai serangan udara Israel ke Suriah pada malam 1 Juli sebagai  serangan terbesar dalam satu tahun terakhir.

“Kami prihatin dengan perkembangan yang mengkhawatirkan ini. Eskalasi mereka menjadi perhatian ekstrem,” ujarnya.

Baca: Suriah Nyatakan Serangan Israel Bertujuan Mendongkrak Sisa Mental Teroris di Idlib

Dia menambahkan, “Penggunaan kekuatan, terang-terangan melanggar kedaulatan Suriah, tidak hanya mencegah normalisasi situasi di negara itu, melainkan juga membawa potensi destabilisasi kawasan, di mana tidak ada negara-negara Timur Tengah dapat melihat kepentingan keamanan nasional mereka dapat diandalkan.”

Pada Senin malam, fasilitas pertahanan udara Suriah telah menangkis serangan rudal yang menyasar Damaskus dan Homs.

Menurut kantor berita SANA, pesawat tempur Israel menembakkan rudal dari wilayah udara Libanon, dan menyebabkan kematian warga sipil.

Baca: Satu anak dan Tiga Lainnya Meninggal Akibat Serangan Rudal Israel di Suriah

Reuters mengabarkan perwakilan dari Pasukan Pertahanan Israel enggan komentar tentang serangan itu.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan bahwa serangan udara Rusia, Selasa, menewaskan 15 kawanan bersenjata dari kelompok Jaish al-Nokhbah di provinsi Idlib di bagian barat laut Suriah.

Menurut SOHR, serangan jet tempur Rusia ke markas Jaish al-Nokhbah di desa Madaya itu juga melukai 10 orang kawanan bersenjata dengan kondisi sebagian di antaranya parah sehingga jumlah korban tewas bisa jadi akan bertambah.

Idlib merupakan zona operasi Rusia dan sejak dua tahun lalu diatur oleh serangkaian kesepakan gencatan senjata di mana yang terakhir di antaranya adalah kesepakatan Rusia dengan Turki untuk menetapkan zona perlucutan senjata pada September 2018. (mm/tass/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*