Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya siap menghadapi skenario terburuk dalam upayanya “menyelamatkan perjanjian nuklir”, dan memastikan bahwa negaranya “akan menang dalam pertarungan berat” ini.

“Pertempuran sengit menanti kita, tapi sudah pasti kita akan menang,” tegasnya dalam sebuah pidato yang ditayangkan langsung oleh stasiun televisi Iran, Kamis (1/8/2019).

Rouhani mengancam, “Jika pihak-pihak lain tidak menerapkan komitmennya maka Iran memiliki opsi-opsi lain yang mungkin tidak menarik bagi mereka. Kita akan menempuh langkah ketiga dalam menarik komitmen kita dalam perjanjian nuklir dengan penuh ketegasan jika kita tidak mencapai hasil-hasil yang baik dalam perundingan.”

Baca: Jerman Tolak Gagasan AS Bentuk Koalisi Militer untuk Melawan “Ancaman Iran”

Dia melanjukan, “Memang, kita melanjutkan perundingan dengan pihak-pihak yang tersisa dalam perundingan, tapi kita mengelola negara ini dengan asumsi bahwa kita tidak mencapai hasil perundingan ini. Di depan akan ada pertempuran berat, tapi tentu kita akan menang.”

Presiden Rouhani juga memastikan bahwa pemerintah Iran mampu membela negara dan ekonomi nasionalnya dengan sepenuh kekuatan.

Baca: Delegasi Militer UEA ke Iran, Netizen Saudi Tebar Kecaman

“Pemerintah Iran memiliki langkah-langkah untuk meringankan beban rakyat Iran, dan itu akan diterapkan secara bertahap,” tuturnya.

Sementara itu, wakil komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bidang politik, Brigjen Yadollah Javani, menegaskan bahwa AS dan atau Israel “akan berhadapan dengan pasukan kubu resistensi di seluruh kawasan (Timur Tengan dan sekitarnya) jika sampai “melakukan kesalahan terhadap Iran.”

Dia mengatakan, “Telah saya sampaikan kepada Washington dan Tel Aviv bahwa segala bentuk agresi terhadap Iran akan berhadapan dengan poros resistensi dari Timteng hingga Laut Merah, Laut Arab, dan Teluk Aden.”

Baca: Iran Mengaku Siap Menjalin Hubungan Baik dengan Saudi, UEA, dan Bahrain

Dia juga menegaskan, “Tidak akan pernah ada koalisi maritim AS di Teluk Persia dan negara-negara regional. Angkatan bersenjata Iranlah yang menjamin keamanan Teluk Persia.”

Sebelumnya, AS mengaku bertekad membentuk aliansi untuk menjamin keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia, terutama di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.

Selain itu, Inggris juga menyatakan keharusan pembentukan misi Eropa untuk mengamankan pelayaran di Teluk Persia, menyusul penangkapan kapal tanker Inggris oleh Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*