Dubai, LiputanIslam.com –   Sumber Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (31/7/2019), mengungkapkan kegembiraannya atas pertemuan ke-6 mengenai pasukan penjaga perbatasan dan pantai antara UIA dan Iran di Teheran yang berlangsung sehari sebelumnya.

Direktur Kantor Kerjasama Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri UEA Saadah al-Zaabi mengatakan, “Pertemuan itu adalah dalam rangka merampungkan pertemuan-pertemuan periodik sebelumnya yang dilakukan oleh komisi bersama kedua negara, yang telah dibentuk untuk membahas berbagai persoalan nelayan terkait dengan perbatasan maritim dan penyelesaian masalah pembebasan para pelanggar aturan nelayan serta penumpasan operasi penyelundupan. Juga dalam rangka memenuhi keinginan UEA terkait dengan urusan warganya, termasuk para nelayan.”

Mengenai kegembiraannya atas hasil-hasil pertemuan itu dia mengatakan, “Sesuai jadwal kerja, saya cukupkan pada apa yang berkaitan dengan urusan nelayan warga kedua negara serta sarana penangkapan ikan yang mereka miliki.”

Sementara itu, para netizen Arab Saudi di media sosial Twitter membuat tagar berbahasa Arab yang artinya “Saudi mengungkap pengkhianatan Emirat”.

Baca: Al-Mayadeen: Kunjungan Delegasi UEA ke Iran adalah Alasan untuk Keluar dari Koalisi Saudi

Sejauh ini, sebanyak ratusan netizen Saudi mengecam UEA dan menyebut Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed al-Nahyan berkhianat terhadap Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman. Menurut mereka, Bin Zayed berkhianat demi kepentingan sendiri dan karena takut kepada ancaman Iran setelah Yaman menggempur Saudi dengan rudal balistik.

Menurut Al-Alam, dalam kunjungan delegasi militer UEA ke Iran kedua pihak Selasa lalu bersepakat untuk memperkuat hubungan diplomatik dan menjamin keamanan perairan Teluk Persia di tengah eskalasi ketegangan Iran dengan AS dan Inggris.

Baca: Dijatuhi Sanksi AS, Zarif; Terima Kasih!

Dalam pertemuan komandan pasukan penjaga perbatasan Iran Qasem Rezai dengan komandan pasukan penjaga kawasan pantai UEA Mohamed Ali Muslih al-Ahbabi kedua pihak telah merilis sebuah statemen bersama berisi penegasan bahwa keamanan kawasan strategis Teluk Persia dan Laut Oman hendaknya dijaga oleh bangsa-bangsa regional sendiri dan tidak diintervensi oleh pihak luar.

Al-Ahbabi mengaku gembira atas perkembangan hubungan antara kedua negara di bidang keamanan perbatasan serta menekankan penguatan hubungan dengan Iran demi menjamin keamanan perairan Teluk Persia.

“Iran adalah pemimpin dalam pemberantasan aksi penyelundupan narkoba, dan kami sebagai penjaga keamanan pantai Emirat menghargai tindakan-tindakan Iran di bidang ini,” imbuhnya. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*