Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai tindakan teror ekonomi dan mengingatkan bahwa jalur perairan tidak akan aman jika ekspor minyak Iran sampai berhenti akibat ulah AS.

Dalam pertemuan dirinya dan para anggota kabinetnya dengan Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei pada peringatan Pekan Pemerintah, Rabu (21/8/2019), Rouhani mengingatkan AS dengan menegaskan, “Jika kalian sampai menghentikan ekspor minyak Iran maka jalur perairan akan sama tidak amannya.”

Dia menyatakan bahwa AS sudah melakukan upaya menyeluruh untuk mencegah ekspor dan impor Iran, namun Iran tetap dapat “mewujudkan keseimbangan dan stabilitas di pasar.”

Baca: Ayatullah Khamenei: Musuh Mengerahkan Segenap Kemampuannya, Tapi Gagal Menghadang Iran

Menurutnya, di level global AS kini dikenal sebagai pelanggar perjanjian,  sedangkan dari sisi hukum, baru kali ini AS mendapat kecaman dalam dua momen di forum-forum hukum internasional.

Dia menambahkan, “AS kini memraktikkan teror ekonomi terhadap seluruh bangsa Iran, termasuk anak kecil serta kaum perempuannya.”

Baca: Iran Siap Kirim Kapal Perang Untuk Kawal Kapal Tankernya

Mengenai reaksi balasan Iran berupa pengurangan komitmen terhadap perjanjian nuklir, Rouhani mengatakan, “Kami telah memilih menempuh jalur yang benar dalam mengurangi komitmen, dan telah kami tegaskan bahwa kesabaran kami ada batasnya dan bahwa tidak mungkin kami bersedia berkomitmen sepenuhnya sementara pihak lawan (Eropa) tidak sepenuhnya menerapkan komitmennya.”

Dia melanjutkan, “Jika perundingan dengan kelompok 1+4 berhasil maka kami dapat mengubah keadaan, sedangkan jika gagal maka kami akan melanjutkan jalan kami.”

Presiden Iran kemudian melontarkan ancaman, “Kekuatan-kekuatan internasional mengetahui bahwa jika embargo minyak sampai diterapkan secara menyeluruh dan ekspor minyak Iran sampai dijatuhkan ke titik nol maka jalur-jalur perairan internasional tidak akan dapat menikmati lagi keamanan seperti semula. Karena itu, tekanan unilateral terhadap kepentingan Iran tidak bisa tidak menjamin keamanannya di kawasan dan dunia.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*