Teheran, LiputanIslam.com –   Iran menegaskan kesiapannya mengirim kapal-kapal perang untuk mengawal kapal tanker minyaknya, “Grace 1” yang baru dibebaskan di Gibraltar dan telah berganti nama menjadi “Adrian Darya”.

Kapal itu akan memulai perjalanannya di perairan internasional setelah dilakukan beberapa tindakan teknis dan administrasi di Gibraltar.

Iran menegaskan kembali bahwa pihaknya sama sekali tidak akan berkompromi ihwal kepentingan nasional dan kedaulatannya, dan menyatakan akan mengirim armadanya untuk mengawal Adrian Darya setelah keluar dari kawasan Gibraltar di perairan internasional, sesuai statemen Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Hussain Khanzadi.

Dalam pernyataannya di sela-sela acara peringatan Hari Pelayaran Internasional, Senin (19/8/2019), Khanzadi mengatakan bahwa keamanan bukanlah urusan yang datang secara spontan, melainkan merupakan sistem dan mekanisme yang diatur oleh kekuatan-kekuatan maritim.

Baca: Gibraltar Acuhkan Permintaan AS untuk Tahan Tanker Iran

Secara terpisah, Kepala Organisasi Pelabuhan dan Pelayaran Iran Mohammad Rastdad dalam wawancara dengan saluran TV Al-Alam mengatakan bahwa tanker itu akan berlayar menuju perairan internasional segera setelah selesai dilakukan beberapa tindakan teknis yang tersisa.

Dia menjelaskan, “Tak ada kendala apapun untuk keberangkatan tanker ini dari Gibraltar, dan ada beberapa tindakan administrasi yang menunggu penyelesaian hari ini untuk kemudian kita saksikan pergerakan tanker ini. Tanker ini akan keluar dari perairan Gibraltar menuju perairan internasional, dan masih menunggu instruksi dari perusahaan pemiliknya untuk tindak lanjutnya. Penahanan tanker ini ilegal, tak dapat diterima, sudah dirilis keputusan pembebasannya, dan siapapun tidak berhak mencegah pergerakannya.”

Baca: AL Iran: Pembebasan Kapal Tanker Inggris Tak Ada Kaitanya Dengan Kapal Tanker Iran di Gibraltar

Dubes Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad, di Twitter menekankan bahwa kapal itu berganti nama karena Panama menolak melanjutkan perjalanan kapal ini dengan menggunakan benderanya. Kapal itu lantas diputuskan untuk bergerak dengan bendera Iran sehingga registrasinyapun harus dilakukan di Iran dan dengan nama baru yang berbahasa Persia.

Di pihak lain, pemerintah Gibraltar kembali menolak permohonan AS agar tetap menahan kapal tanker itu. Gibraltar beralasan bahwa pihaknya terikat oleh undang-undang Uni Eropa, dan menyebutkan bahwa permohonan Washington itu bersandar pada sanksi AS terhadap Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*