Bormes-les-Mimosas, LiputanIslam.com –   Presiden Rusia Vladimir Putin Senin (19/8/2019) mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa Moskow mendukung operasi militer Pasukan Arab Suriah (SAA) terhadap “teroris” di provinsi Idlib, Suriah.

“Kami mendukung upaya tentara Suriah … untuk mengakhiri ancaman teroris (di Idlib) ini,” kata Putin setelah Macron sebelumnya menyerukan pengindahan perjanjian gencatan senjata di Idlib.

“Kami tidak pernah mengatakan bahwa di Idlib teroris akan merasa nyaman,” lanjut Putin.

Putin menyatakan demikian setelah Macron mengaku “sangat khawatir” terhadap pemboman Idlib dan mengatakan kepada Putin bahwa gencatan senjata “urgen” untuk diberlakukan.

Baca: Militer Suriah Singkirkan Para ‘Sniper’ Teroris di Bukit Sekitar Khan Sheikhoun

Macron menuturkan, “Saya harus menyatakan kekhawatiran kami yang mendalam atas situasi di Idlib. Populasi di Idlib hidup di bawah bom, anak-anak terbunuh. Sangat penting bahwa gencatan senjata yang disepakati di Sochi dipraktikkan.”

Saluran televisi Al Mayadeen yang berbasis di Libanon melaporkan bahwa pada Minggu malam lalu pasukan pemerintah Suriah tersebut telah memasuki kota Khan Sheikhoun pada 18 Agustus setelah terlibat pertempuran sengit dengan kelompok teroris Jabhat al-Nusra dan Jaish al-Izzeh.

Baca: Tentara Suriah Kuasai Jalur Internasional Damaskus-Aleppo

SAA berusaha merebut lagi kendalinya atas jalan raya Damaskus-Aleppo yang strategis dan melintasi provinsi Idlib.

Idlib merupakan satu-satunya wilayah besar Suriah yang masih didominasi oleh kelompok bersenjata ilegal. Zona de-eskalasi yang diadakan di Idlib pada tahun 2017 adalah untuk memberi perlindungan kepada militan oposisi dan keluarga mereka yang enggan menyerahkan senjata secara sukarela. (mm/tass/dailystar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*