Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan kepada rakyat Iran dan segenap umat Islam agar berpartisipasi dalam pawai akbar pada peringatan Hari al-Quds Internasional yang jatuh pada setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.

Dia mengatakan bahwa “Palestina dan al-Quds” adalah dua kata kunci muqawamah (resistensi) bagi segenap umar Islam, sedangkan “Israel” adalah kata kunci kubu agresor di segenap penjuru dunia.

Dalam statemen yang disiarkan di laman resmi kepresidenan Iran, Rabu (29/5/2019), disebutkan bahwa dalam rapat kabinetnya Presiden Iran menegaskan bahwa bangsa Iran sejak 40 tahun silam sampai sekarang tetap konsisten menyokong kaum tertindas dan melawan para agresor, dan karena itu Iran gigih membantu bangsa-bangsa lain yang tertindas, sebagaimana terlihat dalam dukungan Iran kepada bangsa Suriah, Palestina, Libanon, dan Yaman.

Rouhani mengatakan bahwa bangsa Palestina dan Yaman mengalami hari-hari sulit di bulan suci Ramadhan, namun kedua bangsa ini tetap teguh dan tak gentar melawan musuh sehingga terus berjuang dan berkorban hingga dapat menahan dan memukul mundur musuh.

Baca: Periode Rudal Intifadhah Palestina

“Dulu bangsa Palestina tak memiliki apa-apa selain batu dalam membela diri, tapi sekarang berkat jerih payah, pengorbanan, dan industri internalnya telah memiliki peralatan untuk bereaksi telak terhadap musuh atas apa yang mereka hadapi, dan rudalpun dapat mereka balas dengan rudal sehingga dalam jangka waktu 48 jam kaum Zionis terpaksa mundur setelah Kubah Besinya gagal menghadapi rudal-rudal Palestina,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Di depan bangsa-bangsa yang resisten dan altruis kita sekarang menyaksikan eskalasi kejahatan kekuatan-kekuatan besar, dan peningkatan pengiriman senjata canggih ke kawasan untuk digunakan membom bangsa tertindas di Yaman dan Palestina.”

Presiden Rouhani mengatakan bahwa prakarsa Amerika Serikat untuk penyelesaian krisis Palestina-Israle yang dinamai Deal of the Century (Kesepakatan Abad Ini) akan berubah menjadi  prakarsa “kekalahan abad ini” bagi para pendukungnya.

Rouhani juga menjelaskan, “Revolusi Islam dan Almarhum Imam Khomaini telah meninggalkan kepada kita banyak pelajaran serta membuat berbagai momen peringatan penting untuk berbakti kepada dunia Islam dan kaum merdeka dunia, termasuk Pekan Persatuan Islam dan Hari al-Quds Internasional, yang dihidupkan oleh bangsa-bangsa Muslim, terutama di Iran, Irak, dan Suriah.”

Baca: Jenderal Iran Sebut Perjuangan Palestina Beralih dari Batu ke Rudal

Menurut Presiden Iran, slogan Hari Al-Quds Internasional sangat penting karena “kita tidak akan pernah melupakan al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) dan kaum tertindas sepanjang sejarah. Kita tidak akan menelantarkan mereka, dan tidak akan bungkam di depan kaum zalim.”

Hassan Rouhani kemudian menegaskan bahwa al-Quds adalah tanah suci bagi semua agama monoteis Islam, Kristen, dan Yahudi, dan umat tiga agama ini dahulu hidup berdamping secara rukun dan damai di sana. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*