Teheran, LiputanIslam.com –   Kepala Komisi Pusat Intifada dan al-Quds di Dewan Koordinasi Media Islam yang berbasis di Iran, Brigjen Ramezan Sharif, menegaskan bahwa bangsa Palestina telah beralih dari periode perjuangan dengan batu ke periode perjuangan dengan rudal.

Dalam jumpa pers, Selasa (28/5/2019), menjelang Hari al-Quds Internasional yang diperingati setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, Ramezan Sharif memastikan bahwa bangsa Palestina pada akhirnya akan menang meskipun kaum Zionis Israel selama ini memanfaatkan kekuatan-kekuatan regional dan global dalam menghadapi resistensi bangsa Palestina.

Dia menilai bahwa kebertahanan perjuangan bangsa Palestina hingga peralihannya dari era senjata batu ke senjata rudal juga tidak lepas dari pengaruh peringatan Hari al-Quds Internasional.

“Bangsa Palestina dari periode perjuangan dengan batu telah mencapai periode rudal, dan ini merupakan bagian dari keberhasilan Hari Al-Quds Internasional,” ujarnya.

Baca: Palestina Himbau Bangsa-bangsa Dunia Boikot Konferensi Bahrain  

Dia menjelaskan bahwa pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini dan bangsa Iran bersama bangsa-bangsa Muslim dan merdeka lainnya telah menjadikan Hari Al-Quds sebagai kunci yang membuat isu Palestina tetap membara dan tak terlupakan serta mencegah pembukaan lembaran kelam oleh kaum Zionis dan para pelindungnya.

Menurutnya, prinsip resistensi dan intifada Palestina sekarang sudah mengakar di seluruh penjuru dunia sehingga menimbulkan kepanikan “segi tiga kejahatan” Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah menjadi pelindung utama kaum Zionis.

Brigjen Ramezan Sharif  mengingatkan bahwa isu Palestina merupakan isu fundamental bagi dunia Islam meskipun kaum arogan dunia dan Zionis internasional gencar berusaha memalingkan kepedulian khalayak dunia dari kejahatan kaum Zionis.

Baca: Militer Israel Akui Bawahannya Telah Bakar Ladang Milik Warga Palestina

Dia menegaskan bahwa Hari Al-Quds Internasional tahun ini juga merupakan peringatan keras umat Islam terhadap sejumlah negara Arab, terutama Arab Saudi dan UEA, terkait dengan penyelenggaraan konferensi “Perdamaian Demi Perkembangan” yang diselenggarakan di Bahrain agar mereka jangan sampai mengabaikan isu Palestina demi menuruti perdamaian AS dan Israel.

Mengenai prakarsa AS Deal of the Century untuk menuntaskan perkara Palestina, Ramezan Sharif   menyebutkan bahwa prakarsa ini bertujuan menuntaskan perkara Palestina secara tidak adil, dan karena itu sudah sepatutnya bangsa Palestina menolaknya.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*