Beirut, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Libanon Saad Hariri menyatakan Hizbullah dapat menyulut perang akibat berbagai faktor regional yang berkenaan bukan dengan Libanon semata, namun kelompok pejuang Libanon yang didukung Iran itu tidak mengendalikan pemerintahan Libanon.

Hal itu ditegaskan Hariri dalam wawancara dengan CNBC, sebagaimana dikutip kantor berita Turki, Anadolu, Rabu (4/9/2019).

“Bukanlah problema atau kesalahan saya ketika Hizbullah menjadi sedemikian kuat, tapi ketika mereka (tanpa menyebutkan pihak mana) mengatakan kepada saya bahwa Hizbullah mengelola pemerintahan maka tidaklah demikian. Hizbullah tidak mengelola pemerintahan, kamilah yang mengelolanya,” tutur Hariri.

Baca: Militer Israel Mengklaim Temukan Situs Rudal Hizbullah di Libanon

Dia menambahkan bahwa “Libanon dan pemerintahnya tidak akan bertanggungjawab atas serangan Israel belakangan ini” terhadap pasukan Rezim Zionis Israel.

“Kami tidak setuju Hizbullah bertindak demikian, saya tidak sepakat dengan Hizbullah atas tindakan ini,” ujar Hariri.

Baca: Media Israel: Hizbullah Sudah Bisa Menghantam Langsung Sasaran di Dalam Israel

Seperti diketahui, Hizbullah pada Ahad lalu telah menyerang kendaraan militer Israel di kamp militer Avivi, Israel (Palestina pendudukan 1948), di dekat perbatasan Libanon, hingga menewaskan dan melukai beberapa tentara Zionis yang ada di dalamnya.

Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon selatan (UNIFIL), Rabu, menyatakan pihaknya memantau ketegangan di wilayah perbatasan Libanon-Israel pasca konfrontasi terbatas antara Hizbullah dan Israel. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*