Jenewa, LiputanIslam.com –   Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi adalah “korban” pembunuhan brutal, “yang direncanakan dan dilakukan” oleh para pejabat Saudi.

Wartawan itu diduga dicekik di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman harus diselidiki atas dugaan pembunuhan tersebut.

Demikian kesimpulan Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi ekstra-Yudisial, Agnes Callamard, yang telah merilis laporannya tentang pembunuhan tersebut, Rabu (19/6/019).

Callamard meyebutkan adanya “bukti yang dapat dipercaya” bahwa pejabat tinggi Saudi terlibat dalam pembunuhan “terencana”.

Baca: Kushner kepada Bin Salman: Hentikan Eksekusi untuk Sementara

Agnes Callamard

“Khashoggi telah menjadi korban eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya, pembunuhan di luar proses hukum di mana negara Arab Saudi bertanggung jawab di bawah hukum hak asasi manusia internasional,” ungkap Callamard dalam laporannya yang didasarkan pada hasil penyelidikan selama enam bulan.

Laporan itu menekankan bahwa “tidak ada kesimpulan yang dibuat sebagai kesalahan,” tapi Callamard menyerukan “sanksi yang ditargetkan” terhadap sang pangeran.

Laporan tersebut akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang terdiri atas 47 anggota, termasuk Arab Saudi, pada 26 Juni 2019.

Baca: Pompeo Hapus Saudi dari Daftar Perekrut Anak-anak untuk Menjadi Tentara

CIA dan beberapa negara Barat percaya Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan operasi pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis  Washington Post yang kritis terhadap kebijakan Bin Salman.

Pembunuhan Khashoggi yang dilakukan oleh tim operasi Saudi pada 2 Oktober 2018 memicu kecaman internasional dan memperburuk citra Bin Salman. (mm/dw/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*