Aden, LiputanIslam.com –   Militer Arab Saudi di Yaman bergerak untuk mengamankan dua pelabuhan di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb setelah sekutu utamanya, Uni Emirat Arab (UEA), menarikan sebagian pasukannya dari Yaman dalam jumlah yang mencolok.

UEA menarik tentaranya di beberapa bagian Yaman, di mana ia mendirikan pangkalan-pangkalan besar selama empat tahun perang melawan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Dua komandan militer dan dua pejabat pemerintahan Yaman dari kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi mengatakan kepada Reuters bahwa perwira Saudi mengambil alih komando pangkalan militer di pelabuhan al-Mokha dan al-Khokha, yang semula digunakan pasukan UEA untuk mendukung serangan mereka di Hodeidah di dekatnya dan untuk memantau garis pantai.

Baca: UEA Angkat Kaki dari Yaman Lantaran Ansharullah Kian Tangguh

Riyadh juga mengirim sejumlah pasukan ke kota pelabuhan selatan Pulau Aden dan Perim di jalur pelayaran Bab al-Mandeb yang strategis, tempat yang mempertemukan antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi dan pemerintah UEA tidak menanggapi permintaan komentar tentang ini.

Seorang pejabat senior UEA mengatakan bahwa meski telah memulangkan sebagian pasukannya, UEA tidak meninggalkan kevakuman di Yaman karena telah “melatih sekitar 90.000 pejuang lokal” dan tetap berkomitmen untuk koalisi dan pemerintahan terguling Yaman. Dia juga menyebutkan bahwa UAE dan Saudi telah mendiskusikan panjang lebar masalah penarikan pasukan ini.

Dengan memperluas keberadaan militer Saudi di Yaman, Riyadh dapat mengintensifkan kritikan internasional terhadap peran Saudi dalam Perang Yaman, yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia serta menewaskan banyak warga sipil akibat serangan udaranya ke berbagai rumah sakit, sekolah, dan pasar.

Baca: Ansarullah Yaman Tawarkan “Ekspor Senjata” ke Arab Saudi

Puluhan ribu orang terbunuh sejak aliansi Saudi dan UEA menginvasi Yaman pada 2015. Selain itu, sekira 14 juta warga Yaman menghadapi kelaparan dan wabah penyakit, termasuk kolera.

Setelah empat tahun bertempur, kelompok Ansarullah masih dapat menguasai sejumlah besar wilayah Yaman, termasuk Sanaa, ibu kota negara ini. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*