Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Ali Fadavi menyatakan pihaknya berhasil menggagalkan sebuah konspirasi yang “sangat besar” anti negara ini dalam tempo 48 jam, suatu hal yang menurutnya tak terbayang oleh dunia.

Hal itu dinyatakan Fadavi dalam pidato di depan 4000 personil pasukan relawan Basij di halaman Kementerian Dalam Negeri Iran, Teheran, Ahad (24/11/2019). Dia berharap bahwa para “antek bayaran” yang telah tertangkap dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 15 November lalu itu akan mendapat hukuman berat.

Baca: Iran Dilanda Gelombang Demo Tandingan Anti-Perusuh

Menurutnya, situasi sekarang sudah reda dan pulih setelah beberapa kota dan daerah dilanda unjuk rasa protes sekelompok massa yang sebagian di antaranya berubah menjadi kerusuhan berdarah menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar.

Baca: Demo Anti AS dan Sekutunya Digelar Lagi oleh Jutaan Rakyat Iran

Kerusuhan itu lantas membangkitkan jutaan rakyat di seantero Iran untuk berunjuk rasa sejak Kamis lalu hingga Ahad kemarin (21-24/11/2019) dan mengutuk para perusuh serta AS dan sekutunya, yang disebut para pengunjuk rasa sebagai dalang kerusuhan.

Hingga Ahad kemarin sebanyak 180 tersangka gembong perusuh telah tertangkap. Fadavi mengatakan, “Tentu kita akan mengganjar mereka sesuai kebrutalan yang mereka lakukan.”

Baca: Pasukan Elit Iran Ringkus 100-an Perusuh

Dia menambahkan, “Kami telah menangkap semua antek dan pasukan bayaran, mereka mengaku sebagai orang-orang bayaran AS, kaum munafik (Organisasi Mujahidin Khalq/MKO), dan lain-lain… Kami telah meringkus mereka semua. Insya Allah, pengadilan akan menjatuhkan hukuman seberat mungkin terhadap mereka.” (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*