Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit pertahanan Iran telah menangkap sekitar 100 orang yang diduga sebagai penggerak huru-hara dan kerusuhan yang sempat melanda berbagai penjuru negara ini dengan kedok protes atas kenaikan harga bahan bakar.

“Sekitar 100 pemimpin kelompok senior dan yunior serta unsur-unsur utama di balik gangguan baru-baru ini telah diidentifikasi dan ditangkap oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di berbagai tempat di seluruh negeri ini,” ungkap juru bicara Badan Kehakiman Iran Gholam-Hossein Esmaili, seperti dikutip Press TV, Sabtu (23/11/2019).

Dia menyatakan bahwa kerusuhan telah berakhir dan “ketenangan telah kembali ke negara ini berkat arahan pemimpin besar revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei, serta sebagai hasil pemilahan antara rakyat dan para perusuh, dan upaya yang telah dikerahkan oleh aparat keamanan dan penegak hukum. ”

Baca: Iran Dilanda Gelombang Demo Tandingan Anti-Perusuh

Pemerintah Iran pekan lalu menaikkan harga bensin untuk memoderasi tingkat konsumsi nasional. Kebijakan ini memicu unjuk rasa damai, tapi para perusuh lantas menunggangi keadaan hingga terjadi huru-hara yang menyebabkan banyak kerusakan pada properti publik.

Massa perusuh membakar berbagai fasilitas publik, termasuk bank dan pompa bensin, dan bahkan menggunakan senjata dan menembaki warga dan aparat keamanan sehingga jatuh beberapa korban tewas dan luka.

Baca: Demo Anti AS dan Sekutunya Digelar Lagi oleh Jutaan Rakyat Iran

Pada Kamis dan Jumat lalu (21-22/11/2019) Iran dilanda gelombang unjuk rasa tandingan di mana jutaan orang di berbagai kota dan daerah di seluruh penjuru negara republik Islam mengutuk para perusuh dan menghujat AS dan Israel serta para sekutu keduanya, karena massa pengunjuk rasa menganggap negara-negara itu berada di balik huru-hara tersebut. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*