Quds, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Iran dengan pengerahan jet tempur supercanggih F-35 buatan AS, sehari setelah Teheran mengumumkan mulai memperkaya uranium di luar batas yang ditentukan oleh perjanjian nuklir.

Berdiri di depan pesawat tempur siluman F-35 saat meninjau pangkalan udara Israel, Selasa (9/7/2019), Netanyahu mengatakan bahwa Iran “belakangan ini mengancam dengan kehancuran Israel” dan “harus ingat bahwa pesawat-pesawat ini dapat mencapai setiap tempat di Timur Tengah, termasuk Iran dan, tentu saja, Suriah “.

Jet tempur siliman F-35 diyakini tidak memiliki jangkauan efektif untuk mencapai Iran, kecuali dengan bantuan dan pengisian bahan bakar di udara, yang juga dapat dilakukan oleh angkatan udara Israel.

Baca: Rai Al-Youm: Iran Tak Seperti Sebagian Negara Arab yang Mudah Menyerah

Netanyahu sejak awal merupakan pihak yang paling  vokalmengecam kesepakatan nuklir yang diteken Iran bersama beberapa negara besar dunia pada tahun 2015, dan yang secara resmi dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA).

Di bawah perjanjian itu, Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi. Namun, pada tahun lalu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan negaranya dari JCPOA lalu menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran.

Sebagai reaksi atas pelanggaran AS itu,  Teheran mengancam untuk terus mengurangi komitmennya terhadap JCPOA kecuali negara-negara penandatangan yang tersisa (Inggris, Prancis, Jerman, Cina dan Rusia) mengambil tindakan untuk melindungi ekonomi Iran dari sanksi AS.

Baca: Iran Sebut Kemungkinan Pengayaan Uranium Hingga 20%

Pada Senin lalu Iran mengumumkan telah memperkaya uranium lebih dari 4,5 sehingga melampaui batasan 3,67 persen yang ditetapkan dalam JCPOA. Tindakan ini merupakan yang kedua kalinya dalam seminggu Iran memenuhi ancaman mengurangi komitmennya kepada JCPOA setelah sebelumnya menyediakan cadangan uranium melebihi ketentuan JCPOA.

Iran juga memperingatkan akan mengambil langkah-langkah baru, termasuk memasang kembali sentrifugal yang semula dibongkar dan memurnikan uranium ke ambang batas yang jauh lebih tinggi. (mm/aljazeera/timesofisrael)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*