Tehran,LiputanIslam.com— Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Teheran akan terus mengurangi komitmennya setiap 60 hari kecuali jika negara-negara penandatangan perjanjian nuklir itu melindungi Iran dari sanksi AS yang dijatuhkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Jubir Badan Tenaga Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan pada Senin (8/7) bahwa pengayaan uranium Iran telah melampaui batas 3.67% seperti yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir Iran 2015 (JCPOA). Ia menambahkan, kini pengayaan uranium Iran telah mencapai kisaran 4.5%.

Tak sampai disitu, Kamalvandi menyatakan kemungkinan Iran akan terus meningkatkan pengayaan uraniumnya hingga 20%, selama Uni Eropa tidak membantu Iran keluar dari sanksi yang telah dijatuhkan Donald Trump.

“Peningkatan hingga 20% memang belum diperlukan untuk saat ini, tapi jika kami mau, kami akan memproduksinya. Tak ada hambatan atau masalah apapun bagi kami melakukan hal ini,” jelas Kamalvandi.

Dirinya mengaku tindakan ini telah dibahas dengan Dewan Keamaan Nasional Tertinggi di Iran.

“Memang ada pilihan untuk meningkatkan pengayaan uranium hingga 20% atau bahkan lebih, tapi hal ini disesuaikan dengan keadaan. Kami tidak memiliki maksud apapun. Hal ini dilakukan hanya untuk memberi gertakan yang lebih keras kepada pihak lain. Mereka tahu betul trik semacam ini,” jelasnya. (fd/Presstv)

Baca: Iran Segera Perkaya Uranium Melebihi Batasan Perjanjian Nuklir 2015

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*