Beirut, LiputanIslam.com –   Sekretaris Jenderal gerakan Hizbullah yang berbasis di Libanon, Sayyid Hassan Nasrallah, Sabtu (24/5/2019), mengaku pihaknya mementingkan perlawanan terhadap prakarsa Deal of the Century yang dicanangkan Amerika Serikat (AS) untuk menuntuskan perkara Palestina.

Dalam sebuah pidato pada peringatan peristiwa kekalahan pasukan Israel di Libanon dalam perang melawan Hizbullah pada tahun 2000 Nasrallah mengingatkan bahwa AS akan mengadakan konferensi ekonomi di Manama, ibu kota Bahrain, pada bulan depan, yang diperkirakan akan membahas dan memromosikan prakarsa tersebut.

“Konferensi ini bertujuan menuntaskan perkara Palestina,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Saya mengapresiasi sikap para ulama Bahrain, rakyat Bahrain, dan kekuatan-kekuatan politik di Bahrain yang telah menyatakan penolakan mereka terhadap tindakan menjadikan Bahrain sebagai tempat langkah pertama bagi Deal of the Century. Saya juga memuji pendirian Palestina yang komprehensif dan tegas menolak konferensi Bahrain, enggan berpartisipasi di dalamnya, dan menyerukan boikot terhadapnya.”

Baca: IRGC: Keberadaan Militer AS Di Timteng Melemah

Sayyid Nasrallah mengaitkan penguatan pasukan AS di Teluk Persia dengan prakarsa tersebut meskipun penguatan itu diklaim sebagai upaya untuk menghadapi “bahaya Iran” semata.

“Apa yang terjadi di kawasan Teluk dan dijadikannya Republik Islam Iran sebagai sasaran tekanan berkaitan erat dengan Deal of the Century,” ujarnya.

Baca: Militer Iran Mengaku Bisa Menenggelamkan Kapal Perang AS Dengan Senjata Rahasia

Dia menekankan pentingnya “pasukan pencegah di Lebanon”  karena “seandainya tidak ada kubu resistensi dan pembebasan Lebanon niscaya Presiden AS (Donald Trump) sudah berhasil menghadiahkan bagian-bagian wilayah Lebanon kepada musuh, Israel, seperti yang telah dia lakukan di al-Quds dan Golan.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*