Teheran, LiputanIslam.com –   Wakil panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Ali Fadavi menyatakan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah saat ini berada pada titik terlemah.

“Tidak ada gunanya bernegosiasi dengan Setan Besar, Amerika,” kata Laksamana Fadavi kepada kantor berita Fars, Ahad (26/5/2019).

Baca: Militer Iran Mengaku Bisa Menenggelamkan Kapal Perang AS Dengan Senjata Rahasia

Dia menambahkan bahwa AS sekarang di kawasan Timur Tengah barada pada titik terlemah dalam sejarah keberadaan mereka di kawasan ini, dan bahwa jumlah kapal perang mereka saat ini di Teluk Persia tercatat sebagai yang terkecil, sehingga bahkan kapal induk AS yang semula bergerak ke kawasan ini sesuai program sebelumnya telah berhenti di Samudera Hindia dan tidak mendatangi Teluk Persia akibat ketakutan yang mereka rasakan.

Laksamana Ali Fadavi juga mengatakan bahwa seluruh dunia telah bersatu di Suriah melawan kubu  resistensi, dan telah menempuh pendekatan yang keji tapi tidak berhasil sehingga Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa misi  mereka adalah menggulingkan pemerintah Suriah namun kandas akibat perlawanan Iran.

Baca: ‘Iran Akan Hadapi Segala Bentuk Agresi AS’

Fadavi juga menjelaskan bahwa AS telah menempuh berbagai tindakan bejat dalam mencoba menjatuhkan mental Iran dan menebar kehebohan , namun hasilnya nihil.

“Sepak terjang AS dalam merencakan operasi perang psikologis dan menebar desas-desus  merupakan tindakan keji, sementara Republik Islam (Iran) serta kelompok-kelompok pejuang resistensi  masih menempuh metodenya dalam berusaha menumpas ISIS  dan kelompok-kelompok teroris lain yang menjadi agen bagi kaum arogan dunia. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*