Teheran, LiputanIslam.com –   Wakil Komandan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Brigjen Hassan Seifi mengatakan bahwa budaya angkatan bersenjata ini ada di beberapa negara Islam termasuk Yaman, Lebanon, dan Palestina.

“Transfer budaya yang dominan dalam angkatan bersenjata kami kepada kelompok-kelompok resistensi di Yaman, Lebanon, Gaza, Palestina, dan Afghanistan telah menyebabkan semua berkeyakinan bahwa jika saja ada kekuatan yang rela mengemban risalah nan agung maka ia akan dapat mengalahkan kekuatan militer terbesar di dunia, meskipun ia hanya memiliki fasilitas militer yang sederhana, dan ini merupakan prestasi yang bukan kecil dibanding kekuatan-kekuatan yang tertindas di dunia,” papar Hassan Seifi, seperti dikutip Rai al-Youm, Sabtu (25/5/2016).

Dia melanjutkan, “Apa yang didapat musuh di Yaman, Lebanon, Gaza, Afghanistan, dan Bahrain merupakan tamparan dari kubu resistensi rakyat yang tidak memiliki pengetahuan dan kekuatan militer secara ilmiah, logis, dan reguler. Musuh hendaknya melihat kekuatan-kekuatan militer reguler Iran dari dekat di lapangan. Kami katakan kepada musuh bahwa Iran siap dan tidak takut kepada pesan-pesan dan peringatan-peringatan perang.”

Baca: Washington Post Beritakan Kontak Telfon Jenderal Soleimani Dengan Sayid Nasrallah

Saifi menilai kecil sekali kemungkinan pecah perang Iran dengan AS menyusul ketegangan yang terjadi belakangan ini antara kedua negara.

“Angkatan Bersenjata Iran sepenuhnya siap dan akan membuah musuh jera atas agresinya, dan segala bentuk serangan terhadap Iran akan sangat besar resikonya bagi AS,” tegasnya.

Kantor berita Mizan, Sabtu, mengutip pernyataan seorang petinggi militer Iran bahwa Iran dapat menenggelamkan kapal-kapal perang yang dikirim AS ke kawasan Teluk dengan menggunakan rudal dan “senjata-senjata rahasia.”

Pada Jumat lalu AS mengumumkan pengiriman 1.500 tentara ke Timur Tengah dengan dalih untuk memperkuat pertahanan terhadap Iran, setelah menuduh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi (IRGC) bertanggung jawab langsung atas serangan terhadap kapal-kapal tanker pada bulan ini.

Baca: Militer Iran: Jari Kami Ada Di Pelatuk Senjata Penghancur Agresor

Penasehat komando militer Iran Jenderal Morteza Ghorbani kepada Mizan mengatakan, “AS memutuskan untuk mengirim dua kapal perang ke kawasan. Jika keduanya sampai melakukan sedikitpun tindakan bodoh maka kami akan menenggelamkan keduanya hingga ke dasar laut beserta para kru dan pesawat-pesawar tempurnya dengan menggunakan rudal dan senjata-senjata baru yang terahasia.”

Washington dan Teheran terlibat konflik, terutama terkait dengan program nuklir dan rudal Iran, yang  meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Washington mengirim pasukan militer lebih banyak ke Timur Tengah untuk unjuk kekuatan terhadap Iran yang ditudingnya sebagai ancaman bagi pasukan dan kepentingannya di kawasan sejak AS memberlakukan kembali sejumlah sanksi ekonomi terhadap Iran. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*