Beirut, LiputanIslam.com –  Pemimpin kelompok pejuang Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah, menilai eksistensi Arab Saudi sudah berada di babak akhir dan mendekati ajalnya.

“Usia rezim Saudi sudah renta dan bisa jadi sudah berada di tahap-tahap akhir karena berbagai faktor yang alami,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa faktor itu antara lain “kezaliman selama 100 tahun terakhir, korupsi yang merajalela padanya, penindasan hidup, dan monopoli keluarga kerajaan.”

Namun, lanjut Nasrallah, “apa yang menyebabkannya berada di penghabisannya ialah tindakan yang dilakukan para pejabat Saudi sekarang, yang berseberangan dengan para pendahulu mereka.”

Sekjen Hizbullah mengatakan, “Perang terhadap Yaman dan genosida yang mereka lakukan di sana akan berdampak pada masa depan Saudi. Demikian pula campurtangan Saudi yang begitu jelas dalam urusan negara-negara lain melalui penampilan dirinya sebagai sahabat setiap negara dalam 20 tahun terakhir.”

Dia menyebutkan, “Baru pertama kalinya sekarang kita mendengar slogan ‘mampus dinasti Saud’ di lebih dari satu negara Arab, dan baru pertama kali kita melihat berbagai elemen politik, rakyat, dan pemerintah mengambil sikap yang jelas terhadap dinasti Saud dan campur tangan mereka di kawasan.”

Nasrallah menilai sikap Saudi dalam isu Palestina dan prakarsa Perjanjian Abad ini sebagai ketundukan secara hina kepada Presiden AS Donald Trump sehingga “menjatuhkan wibawa penguasa Saudi yang dulu menampilkan dirinya sebagai orang-orang merdeka dan bebas.”

Baca: Presiden Iran Sebut Keberadaan Pasukan Asing di Teluk Persia Sebagai Penyebab Ketidak Amanan

Sekjen Hizbullah melanjutkan, “Dalam kunjungan terbaru Trump ke Saudi dan apa yang dia katakan sekarang di berbagai festival, serta pengakuannya beberapa hari lalu bahwa dia telah menghubungi Raja Saudi dan memberitahunya bahwa AS telah mengeluarkan banyak dana demi Saudi sehingga Saudi harus membayarnya, dan penyataannya bahwa Saudi telah membayar 450 miliar Dolar sekaligus, kemudian kita melihat media Saudi bungkam di depan peristiwa ini, semua ini merupakan puncak kehinaan di depan gelak tawa Trump, padahal ketika di Dunia Islam ada tokoh yang berbicara (menyudutkan) Saudi niscaya mereka akan marah, menghukuminya kafir, dan memutuskan hubungan dengan negaranya.”

Baca: Menlu Iran Nyatakan Tak Tertutup Kemungkinan Pecah Perang

Di bagian akhir, Sayid Nasrallah mengatakan, “Terus terang, dalam sejarah Saudi belum pernah kondisinya sedemikian hina, lemah, dan terungkap. Karena itu mereka tidak akan bertahan lama lagi, sesuai sunnatullah dan aspek alamiah yang mengatakan bahwa mereka tidak akan dapat bertahan lama.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*