NewYork, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan tidak tertutup kemungkinan pecahnya perang di Timur Tengah setelah AS mengirim pasukan dan senjata tambahkan ke Arab Saudi sebagai respon atas serangan yang menerjang kilang minyak Aramco dan kemudian AS menuduh Iran bertanggungjawab atasnya.

Dalam wawancara dengan CBS yang ditayangkan pada Ahad  (22/9/2019) Zarif mengatakan,“Saya tidak yakin kami dapat menghindari perang.  Saya hanya yakin bahwa kami tidak akan memulainya, tapi saya juga yakin bahwa pihak yang memulai tidak akan menjadi pihak yang akan mengakhirinya.”

Seperti dilaporkan Bloomberg, saat ditanya mengenai apa yang dia maksudkan dari pernyataan itu dia mengatakan bahwa perang itu “tidak akan menjadi perang yang terbatas”.

Di pihak lain, sejawatnya dari Arab Saudi, Adel al-Jubeir saat menanggapi pernyataan Zarif bahwa “perang total” akan terjadi jika Saudi dan AS menyerang Iran mengatakan bahwa pernyataan itu “menegaskan bahwa dia bicara banyak tentang sesuatu yang memalukan, aneh, dan terus terang, menggelikan.”

Baca: Presiden Iran Sebut Keberadaan Pasukan Asing di Teluk Persia Sebagai Penyebab Ketidak Amanan

Al-Jubeir menambahkan, “Saudi dan AS bersekutu sejak 80 tahun silam, kami menjalani beberapa perang bersama, dan mengeluarkan darah bersama. Saudi dan AS tidaklah sembrono ketika berurusan dengan perang yang menjadi pilihan terakhir. Iranlah yang sembrono dengan terlibat dalam perilaku seperti ini.”

Baca: Trump Sebut Tak Akan Temui Presiden Iran, Rouhani, di PBB

Sebelumnya, Al-Jubeir telah menuduh Iran berada di balik serangan terhadap Aramco dan menyatakan bahwa serangan itu diluncurkan bukan dari Yaman, meskipun kelompok Ansarullah (Houthi) mengaku bertanggungjawab atasnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*