Teheran, LiputanIslam.com –  Militer Iran memastikan hubungan negara republik Islam ini “sangat baik” dengan Uni Emirat Arab (UEA), dan menyerukan penarikan armada AS dari kawasan Teluk Persia, bersamaan dengan seruan UEA untuk solusi diplomatik dan de-eskalasi di kawasan ini.

“Sekarang ada hubungan yang sangat baik antara Iran dan negara-negara tetangga di kawasan Teluk, terutama UEA, Qatar, dan Kuwait,” kata komandan pasukan penjaga perbatasan Iran Brigjen Qasim Rezaei pada konferensi pers, Minggu (10/11/2019).

Dia menyebutkan bahwa otoritas penjaga perbatasan Iran telah mengadakan banyak pertemuan dengan mitranya dari UEA, dan telah mencapai kesepakatan yang sangat baik di tingkat nasional dan regional. Dia juga menyebutkan terjalinnya hubungan baik Iran dengan Turki.

Belum ada komentar dari pihak UEA mengenai pernyataan tersebut, namun di tengah ramainya pembicaraan mengenai pemulihan hubungan Iran-UEA Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash sebelumnya di hari yang sama menyerukan “kebutuhan kepada penggunaan solusi diplomatik dan de-eskalasi terkait dengan Iran”.

Baca: Iran Siap Bantu Negara-Negara Arab Teluk Persia di Bidang Energi Nuklir

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi UEA, WAM, Gargash di Forum Strategis Abu Dhabi bahkan menyebut gerakan Ansarullah (Houthi) yang didukung Iran “bagian dari masyarakat Yaman dan akan memiliki peran dalam masa depan negara ini”.

Lebih jauh, Qasim Rezaei menekankan bahwa “kehadiran kapal perang AS di Teluk Persia telah meminimkan aktivitas perdagangan dan perikanan untuk negara-negara di kawasan ini, dan semua orang menyerukan penarikan armada ini.”

Di pihak lain, Armada Kelima AS Kamis lalu justru mengumumkan pembukaan pusat komando di Bahrain untuk aliansi angkatan laut pimpinan AS untuk melindungi pelayaran di kawasan ini.

Baca: Zarif: Iran Selalu Utamakan Negara Tetangga

Aliansi ini mencakup AS, Arab Saudi, UEA, Bahrain, Inggris, Australia dan Albania, menurut pernyataan yang dirilis Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain melalui situs webnya.

Kawasan Teluk Persia mengalami eskalasi ketegangan setelah AS dan negara-negara Arab Teluk Persia sekutunya, terutama Saudi, menuduh Iran menyerang kapal-kapal dan fasilitas-fasilitas minyak di Teluk Persia dan mengancam pelayaran. Iran membantah keras tuduhan ini, dan balik menawarkan penandatanganan perjanjian non-agresi dengan negara-negara Arab Teluk Persia. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*