Teheran, LiputanIslam.com –  Republik Islam Iran siap membantu negara-negara Teluk Arab di bidang energi nuklir.

Hal ini dinyatakan oleh Kepala Badan Tenaga Atom Iran, Ali Akbar Salehi, sebagaimana dilaporkan Rai Al-Youm yang mengutip laporannya dari PressTV, Ahad (10/11/2019).

Tanpa menyebutkan ihwal pernyataan itu lebih lanjut, Rai Al-Youm juga mengutip pernyataan Salehi: “Pemimpin Revolusi Islam  (Ayatullah Sayid Ali Khamenei) telah menetapkan dua fitur utama yang menjamin energi nuklir untuk generasi mendatang, selain telah memastikan bahwa industri nuklir adalah industri yang akan mencetak keberdayaan bagi negara.”

Dia menjelaskan, “Negara-negara yang bergabung dengan Perjanjian Paris bertekad untuk mencegah emisi gas polutan dalam  beberapa tahun ke depan, sementara pembangkit nuklir adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah ini.”

Salehi juga mengatakan, “Di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, dan setelah berjalan enam tahun, lebih dari 90 persen kontraktor bekerja dengan sekitar 2000 ahli, sementara sebagian besar pekerja adalah warga Iran.”

Baca: Zarif: Iran Selalu Utamakan Negara Tetangga

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan bahwa negaranya belum membuat keputusan akhir untuk menarik diri dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Dia menyebutkan bahwa “Republik Islam Iran belum memutuskan untuk mundur dari NPT”, “telah menetapkan berbagai skenario”, dan dalam rangka ini “akan bertindak berdasarkan persyaratan sementara dan langkah-langkah yang diambil dari sisi lain”.

Baca: Iran Santai Menanggapi Kabar Dibentuknya Koalisi AS di Teluk Persia

Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baidi-Nejad, sehari sebelumnya mengatakan bahwa setelah Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian multinasional mengenai nuklir Iran, Teheran akan mengurangi komitmennya kepada perjanjian ini dan “mungkin menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir”. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*