Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Muda Alireza Tangsiri, Ahad (18/8/2019), menyatakan negara-negara Arab di pesisir selatan Teluk Persia yang memiliki kilang-kilang penyulingan air minum tidak akan memiliki air minum sehingga bisa mati kehausan jika terjadi “insiden” di Teluk Persia.

Dia menjelaskan bahwa Teluk Persia seluas 250,000 kilometer persegi adalah kawasan tertutup dan jika kapal-kapal asing, termasuk kapal selam, yang berbahan bakar nuklir terkena serangan maka negara-negara Arab itu akan mendapat masalah yang akan berlangsung bertahun-tahun.

Tangsiri menegaskan bahwa kawasan Teluk memerlukan jaminan keamanan, dan Iranpun telah menyampaikan pesan damai, persahabatan, keamanan, dan stabilitas kepada negara-negara regional.

Baca: Komandan AL Iran ke AS: Pergi atau Rasakan Hinanya Kekalahan

Dia menekankan bahwa negara-negara “1+7” (Iran dan negara-negara aggota Dewan Kerjasama Teluk/GCC) sanggup menjamin keamanan Teluk, dan Iran memiliki garis pantai terpanjang yang memungkinkannya untuk melestarikan keamanan.

Menurutnya, jalur-jalur logistik di Teluk Persia dan kawasan pantai Teluk Oman serta kepulauan Iran di Teluk Persia selama ini masih aman dan Iran akan terus menjamin keamanan ini.

Alireza Tangsiri memastikan bahwa keberadaan pasukan asing di kawasan Teluk Persia justru menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas regional.

Hal yang sama terkait eksistensi pasukan asing itu juga ditegaskan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu lalu.

“Kita tidak memerlukan pasukan asing demi keamanan dan stabilitas di Teluk Persia, sebab negara-negara kawasan ini sendiri dapat menjaga keamanan melalui persatuan, solidaritas, dan dialog,” ujar Rouhani.

Baca: Gibraltar Acuhkan Permintaan AS untuk Tahan Tanker Iran

Di pihak lain, Amerika Serikat menggalang misi dan aliansi maritim demi apa yang disebutnya menjamin kebebasan pelayaran di kawasan Teluk, menyusul penahanan kapal tanker Inggris oleh Iran. Inggris bergabung dengan aliansi itu, tapi negara-negara Eropa lainnya, terutama Jerman, enggan bergabung dengannya karena khawatir aliansi itu dapat memicu konfrontasi dengan Iran.

Tentang ini Rouhani menegaskan, “Semua slogan yang dilontarkan terkait dengan misi baru di Teluk Persia dan kawasan Laut Oman itu absurd, tidak realistis, dan tidak akan membantu penegakan keamanan.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*