Cairo, LiputanIslam.com –   Mesir menahan sebuah kapal tanker minyak Ukraina yang membawa minyak mentah Iran ketika sedang melintasi Terusan Suez sejak lebih dari satu pekan lalu, menurut laporan Al-Araby Al-Jadeed yang dikutip oleh Middle East Monitor, Selasa (9/7/2019).

Tindakan Mesir itu akan menjadi penahanan kedua kapal tanker yang membawa minyak Iran selama dua minggu terakhir.

Pekan lalu, Gibraltar menahan sebuah kapal supertanker Grace 1 yang membawa minyak mentah menuju Suriah karena dianggap melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah.

Data pengiriman yang ditinjau oleh Reuters menunjukkan bahwa kapal tanker itu berada dalam perjalanan menuju Suriah dengan membawa minyak Iran yang dimuat di lepas pantai Iran, namun dokumen kapal tanker menunjukkan bahwa minyak berasal dari Irak.

Baca: Penahanan Kapal Tanker Iran Tak Akan Dibiarkan Begitu Saja

Kapal tanker itu selain dianggap melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah juga dinilai melanggar sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.

Menteri Perminyakan Iran pada Ahad malam lalu menyatakan ada kapal Iran yang diditahan di Mesir, selain di Gibraltar.

“Ada kapal lain yang ditahan di Mesir, dan kami berusaha mengatasi urusan ini,” ujarnya.

Awal pekan ini, pemerintah Gibraltar mengkonfirmasi penahanan kapal tanker yang memuat 2 juta barel minyak mentah Iran dan berlayar menuju Suriah.

Baca: Takut Balasan Iran, Kapal Tanker Minyak Inggris Bersembunyi di Saudi

“Pemerintah Kerajaan Gibraltar sekarang dapat mengkonfirmasi, setelah menerima hasil pengujian laboratorium komprehensif, bahwa Pengangkut Minyak Mentah Yang Sangat Besar, Grace 1, yang ditahan pada dini hari Kamis pagi, penuh dengan muatan minyak mentah, “ungkap Gibraltar pada hari Senin lalu.

Laporan mengenai penahanan kapal tanker lain yang sarat dengan minyak Iran dan ditahan oleh otoritas Mesir mengemuka sehari setelah pengadilan Mesir menghukum seorang profesor Al-Azhar, Alaa Moawad, dan lima terdakwa lainnya dengan tuduhan mata-mata untuk Iran. Alaa Moawad menghadiri persidangan dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda, sementara lima terdakwa lainnya, diadili secara in absentia dan divonis penjara seumur hidup. (mm/alalam/oilprice)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*