Teheran, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan insiden pelanggaran pesawat nirawak pengintai AS terhadap wilayah Iran di Laut Oman merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya oleh “Tim-B” untuk menyeret Presiden AS Donald Trump ke dalam perang AS melawan Iran.

“Tim-B ” atau “Kubu Elang” adalah sebutan untuk sekelompok orang yang terdiri atas Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Baca: Trump Akui Penasehatnya Suka Perang

Di halaman resmi Twitter-nya, Minggu (23/6/2019), Zarif menyebutkan bahwa tim itu sebelumnya juga telah melakukan upaya kotor terhadap Republik Islam, termasuk pelanggaran wilayah Iran oleh pesawat nirawak MQ2 pada akhir Mei lalu, dan panggilan telepon untuk mengaitkan Iran dengan serangan terhadap kapal-kapal tanker di dekat pelabuhan Fujairah Uni Emirat Arab.

Menurut Zarif, semua tindakan itu dihasut oleh B-Team dengan tujuan menggelincirkan Trump ke dalam perang melawan Iran, tapi “kehati-hatian telah mencegahnya.”

Baca:  Ini Alasan Trump Batalkan Serangan ke Iran Versi Wapres AS

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani di hari yang sama mengatakan pelanggaran zona udara itu merupakan “awal ketegangan baru di kawasan.”

“Wilayah ini sangat sensitif dan keamanan Teluk Persia dan Laut Oman penting bagi banyak negara. Karena itu, kami berharap semua badan internasional menunjukkan reaksi yang sesuai terhadap tindakan agresif oleh AS,” kata Rouhani dalam sebuah pertemuan dengan Organisasi Antarparlemen Dunia (IPU) Gabriela Cuevas Barron di Teheran. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*