Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi menyatakan bahwa konfrontasi antara Iran dan AS bermula sejak tahun 1987 dan berlangsung sampai sekarang hingga pesawat nirawak pengintai AS tertembak jatuh oleh Iran.

Dalam pidatonya pada sebuah acara peringatan perlawanan terhadap AS di Universitas Industri Sharif, Teheran, Senin (4/11/2019), Fadavi menyinggung peringatan 40 tahun peristiwa pendudukan atas “sarang spionase” AS (kantor Kedubes AS di Teheran) oleh mahasiswa Iran yang berlangsung selama 444 hari, yaitu pada 30 April hingga 5 Mei 1980.

Dia mengutip sumpah pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini bahwa AS tidak akan dapat bertindak ngawur terhadap Iran, dan memastikan bahwa “musuh-musuh Iran hanya mengetahui sebagian kecil kekuatan Iran.”

“Pernyataan Imam ini berarti bahwa pendudukan atas sarang spionase itu merupakan tindakan baik yang tak perlu dikhawatirkan resikonya, karena sebagian orang saat itu beranggapan bahwa pasukan khusus AS akan melancarkan serangan serta membunuh perdana menteri sebelum kemudian semua menteri secara berurutan, sehingga pemerintahan sementara lantas mengajukan pengunduran diri dan segera diterima oleh Imam,” tuturnya.

Menurut Fadavi, Imam Khomaini memandang peristiwa krusial itu sebagai revolusi Islam jilid II dengan target menyudahi praktik kotor AS di Iran dengan satu-satunya cara berupa pendudukan atas sarang spionase AS tanpa ada “tindakan bodoh” apapun yang dapat dilakukan oleh AS sebagaimana dikatakan oleh Imam Khomaini.

Baca: Pemimpin Besar Iran Tegaskan Lagi Penolakan terhadap Perundingan dengan AS

Fadavi lantas menegaskan bahwa kekuatan Iran sekarang bahkan tak dapat dapat dibandingkan dengan dua tahun lalu, apalagi 40 tahun silam.

“Apa yang kita lakukan dalam melawan AS adalah tindakan yang bahkan tidak dilakukan oleh Cina, Rusia, ataupun Eropa, yang bahkan tidak membayangkan berkonfrontasi dengan AS,” ujarnya.

Baca: Militer Iran Sebut AS Tak akan Berani Menyerang ketika Tak Bisa Lindungi Aramco

Dia melanjutkan, “Musuh sekarang hanya mengetahui sebagian kecil kekuatan kita, karena banyak kekuatan kita lainnya yang ada berkat jerih payah kita selama beberapa tahun lalu memang tidak mereka ketahui.”

Senin kemarin ribuan massa berkonsentrasi di depan sebuah komplek yang dulu menjadi kantor Kedubes AS untuk Iran untuk menandai peristiwa pengepungan dan pendudukan kantor itu oleh berbagai elemen mahasiswa Iran pada tahun 1980. (mm/raialyoum)  

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*