Teheran, LiputanIslam.com –  Militer Iran menilai serangan yang menerjang fasilitas minyak Aramco milik Arab Saudi sebagai bukti bahwa dana yang dihamburkan Arab Saudi untuk belanja senjata dari AS, Inggris, Prancis, dan Israel gagal menahan serangan terhadap fasilitas tersebut.

“Serangan Yaman terhadap Aramco merupakan skandal bagi sistem pertahanan, radar, dan persenjataan AS yang demi semua ini kekayaan negara-negara regional terjarah,” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Abulfazl Shekarchi kepada kantor berita Fars, seperti dikutip Rai al-Youm, Ahad (3/11/2019).

Dia lantas menilai negara musuhnya, Amerika Serikat (AS), tidak memiliki nyali untuk menyerang Iran, terutama ketika peralatan dan persenjataannya tak sanggup melindungi fasilitas minyak Aramco.

Baca: Pemimpin Besar Iran Tegaskan Lagi Penolakan terhadap Perundingan dengan AS

“Musuh tidak akan berani menyerang Iran setelah menyadari betapa dana sebesar ratusan miliar dolar yang dibelanjakan (Saudi) untuk (mendapatkan) senjata AS, Inggris, Prancis, dan Israel gagal melindungi fasilitas Aramco Saudi,” sumbarnya.

Shekarchi memastikan bahwa bangsa Yaman sanggup melancarkan serangan serta membuat pesawat nirawak dan rudal berpresisi tinggi.

Baca: AS Harus Belajar Menghormati Bangsa Iran

“Semakin besar tekanan agresor terhadap orang-orang Yaman semakin berlipat ganda kekuatan orang-orang ini,” tuturnya.

Dia melanjutkan, “Tuduhan bahwa Teheranlah yang melancarkan serangan ke Aramco muncul akibat frustasi dan kekalahan musuh di Yaman. Ansarullah (Houthi) sanggup membuat nirawak berjarak jelajah 1200 kilometer.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*