Najaf, LiputanIslam.com –  Najaf, salah satu kota di Irak yang disucikan oleh kaum Muslim Syiah, dirusuhi oleh aksi huru-hara di mana sejumlah massa mendatangi dan menyerang gedung Konsulat Jenderal Iran pada Rabu malam (27/11/2019).

Anehnya, pergerakan massa yang sebagian di antaranya mengenakan penutup wajah menuju Konsulat Iran itu diliput secara langsung oleh saluran al-Arabiya dan al-Hadath.  Dua saluran TV milik Arab Saudi seolah mengetahui sejak awal rencana sekelompok massa itu menyerang Konsulat Iran sehingga meliputnya secara langsung, padahal kantor al-Arabiya maupun al-Hadath di Irak baru dilarang dan ditutup selama tiga bulan oleh pemerintah negara ini karena membuat laporan-laporan yang provokatif terkait dengan maraknya aksi unjuk rasa di Irak.

Setibanya di depat konsulat Iran, massa yang berjumlah ratusan orang melakukan aksi coret dinding konsulat sembari meneriakkan yel-yel anti Iran. Mereka juga melakukan aksi bakar ban bekas serta melemparkan barang-barang yang telah dibakar ke dalam komplek konsulat Iran yang tampak sudah kosong ditinggal penghuninya.

Baca: Pasukan Relawan Irak Nyatakan Siap Terdepan Berperang Melawan Israel

Aparat keamanan Irak lantas mendatangi mereka dan berusaha membubarkan aksi massa dengan menembakkan gas air mata hingga menjatuhkan korban luka sebanyak 50 orang.

Sumber lokal mengatakan, “Tak jelas mereka (massa) itu siapa, sejumlah orang yang mengenakan penutup muka datang bergerombol dari arah sebuah restoran di depan konsulat dan kemudian melakukan aksi bakar-bakar serta menutup akses bagi pasukan pemadam kebakaran.”

Sumber itu mengaku yakin bahwa para pelaku adalah perusuh berpengalaman dan kali ini berusaha menyerang konsulat Iran di Najaf, kota yang ditempati makam Imam Ali bin Abi Thalib ra.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa para perusuh berhasil memasuki sebagian tempat dalam komplek konsulat Iran dan melakukan aksi pembakaran di dalamnya. Beberapa staf diplomat Iran telah keluar dari gedung dengan bantuan petugas keamanan sebelum massa meringsek masuk.

Baca: Ayatullah Khamenei: Demo Akbar di Iran Buktikan lagi Keperkasaan Bangsa Negara ini

Puluhan anggota aparat Irak menderita luka terkena serangan massa dalam insiden ini. Laporan terbaru menyebutkan bahwa aparat keamanan berhasil mengendalikan massa dan memulihkan situasi.

Pada awal November lalu sekelompok massa tak dikenal juga telah menyerang konsulat Iran di Karbala, kota yang disucikan oleh kaum Muslim Syiah karena keberadaan makam Imam Husain ra, cucunda Nabi Muhammad saw, di sana. Insiden di Karbala ini kemudian mendorong para kepala suku dan tokoh adat setampat untuk datang ke konsulat dan menyatakan solidaritas mereka kepada Iran serta mengutuk para perusuh. (mm/alalam/fars/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*