Baghdad, LiputanIslam.com –  Harakah al-Nujaba, salah satu elemen utama pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, menyatakan siap berada di barisan terdepan jika terjadi perang melawan Rezim Zionis Israel.

Juru bicara Harakah al-Nujaba, Nasr al-Shamri, Selasa (26/11/2019), menegaskan bahwa perlawanan terhadap Israel merupakan kewajiban religi.

“Sesuai kewajiban keagamaan dan prinsip-prinsip kami, kami tidak melihat apapun di depan kecuali perlawanan terhadap Israel. Kami tentu akan berpartisipasi dengan faksi-faksi muqawamah (resistensi), terutama Hizbullah Libanon, dalam segala perang melawan entitas Zionis,” tegas al-Shamri.

Dia melanjutkan, “Jika terjadi perang antara Hizbullah dan Suriah di satu pihak dan Israel di pihak lain maka kami akan berada di barisan terdepan para mujahidin yang berjuang menghadapi Israel demi pengembalian hak bangsa-bangsa Arab dan Islam, dan kami bangga dengan ini.”

Baca: Liga Arab Kecam Dukungan AS terhadap Pemukiman Ilegal Israel

Juru bicara Harakah al-Nujaba menyebut kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebagai organisasi teroris yang dibuat oleh AS melalui kerjasamanya dengan Arab Saudi dan sejumlah negara Arab Teluk Persia lainnya.

“AS tidaklah serius memerangi produknya sendiri, sehingga malah menggunakan sel-sel geng teroris ini sebagai alat tekan untuk mencegah pulihnya stabilitas di Irak,” ujarnya.

Baca: “Israel Negara Pertama Pengaku Demokratis Yang Mengusir Staf HRW”

Mengenai Turki, al-Shamri mengatakan bahwa intervensi militer negara pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu di bagian timur laut Suriah “melanggar undang-undang internasional dan kedaulatan Suriah”.

Dia juga mengatakan, “Bangsa Suriah dan para sekutunya telah mempersembahkan darah yang mahal demi membela kedaulatan ini, dan karena itu kami meminta Turki segera keluar dari wilayah Suriah.” (mm/railayoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*