Baghdad, LiputanIslam.com –  Suasana di Baghdad, ibu kota Irak, dan beberapa kota lain di Negeri 1001 Malam ini kembali tenang setelah pemerintah menerapkan jam malam menyusul gelombang demonstrasi yang telah menjatuhkan sejumlah korban jiwa dan luka.

Presiden Irak Barham Salih menyatakan bahwa pimpinan kepresidenan, pemerintahan, dan parlemen serta para petinggi politik di negara ini dalam rapatnya, Kamis (4/10/2019), telah bersepakat mengenai urgensi percepatan penyelidikan atas demonstrasi yang terjadi selama dua hari berturut-turut.

Salih menambahkan bahwa para peserta rapat sepakat mengutamakan kesabaran dan pengindahan undang-undang serta mencegah penggunaan kekuatan secara berlebihan dalam penanganan unjuk rasa, sebagaimana mereka juga sama-sama menekankan tanggungjawab konstitusional dan sosial dalam menghadapi para penyusup yang sengaja menyasar keamanan publik.

Baca: PM Irak Terapkan Jam Malam Menyusul Aksi Demo Rusuh

Baghdad dan sejumlah kota lain di wilayah selatan negara ini dilanda gelombang unjuk rasa besar yang sebagian di antaranya berubah menjadi kerusuhan berdarah. Massa meneriakkan tuntutan penyingkiran para koruptor dan penyediaan lapangan kerja bagi para pemuda.

Baca: Pasukan Relawan Irak Nyatakan Ada Lampu Hijau untuk Balas Israel

Pada Kamis kemarin pasukan khusus mengerahkan mobil-mobil lapis baja untuk mencegah kerumunan. Pemerintah Irak menerapkan jam malam sejak Kamis pagi hingga pemberitahuan selanjutnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*