TelAviv, LiputanIslam.com –  Channel 12 milik Israel melaporkan bahwa militer rezim ilegal Zionis ini memperkirakan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon masih akan melancarkan serangan lagi ke sasaran-sasaran di wilayah Israel untuk membuat perimbangan baru di kawasan.

Bersamaan dengan ini, website Mivzak Life yang juga milik Israel melaporkan bahwa militer Zionis menduga serangan Hizbullah terhadap mobil lapis baja Israel di kamp militer Avivim pada Ahad lalu bukanlah serangan terakhir, melainkan masih akan ada serangan lagi dari Hizbullah, dan karena itu pasukan Israel masih berada dalam kondisi siaga terhadap keadaan di perbatasan Libanon untuk mengantisipasi serangan.

Mivzak Live menyebutkan alasan berupa pernyataan pemimpin Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, bahwa serangan pada Ahad lalu itu adalah balasan atas serangan Israel ke Suriah yang telah menggugurkan dua anggota Hizbullah, sedangkan balasan untuk serangan drone Israel ke Beirut, ibu kota Libanon, masih akan menyusul.

Baca: PM Libanon: Hizbullah Dapat Mengobarkan Perang, Tapi Tidak Mengendalikan Pemerintahan

Menurut website ini, Israel memperpanjang jadwal penutupan zona udara di suatu lingkaran wilayah yang beradius 6 kilometer di perbatasan Israel-Libanon, serta melanjutkan penyebaran sistem pertahanan udara Patriot untuk menghadapi serangan rudal jarak pendek dan menengah Hizbullah.

Baca: Militer Israel Mengklaim Temukan Situs Rudal Hizbullah di Libanon

Selain itu, lanjut Mivzak Live, Israel juga terus menerbangkan dronenya di kawasan tersebut untuk memantau keadaan.

Sementara itu, Presiden Libanon Michel Aoun menyatakan bahwa negaranya berhak membela diri di depan agresi yang mungkin akan dilakukan Israel terhadap Libanon, dan bahwa Israel harus bertanggungjawab atas resiko agresinya itu.

Peringatan itu dia nyatakan di Istana Baabda, Beirut, saat menerima kedatangan utusan Sekjen PBB Jan Kubis, Jumat. (mm/raialyoum)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*