TelAviv, LiputanIslam.com –  Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai latihan dan simulasi perang berskala luas di bagian utara wilayahnya, Ahad (9/9/2019), untuk menghadapi kemungkinan perang dengan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dan kekuatan-kekuatan lain yang bersekutu dengan Iran.

Sebagaimana disebutkan oleh website The Times of Israel, IDF menyatakan bahwa latihan perang itu lebih difokuskan pada aspek perfoma para perwira dan staf mereka daripada aspek taktik dan manuver perang.

“Latihan perang ini bertujuan meningkatkan meningkatkan kinerja Staf Umum (IDF) dan berbagai markas besar dalam perang,” ungkap IDF dalam sebuah pernyataannya.

Latihan perang melibatkan unit komando angkatan udara, angkatan laut, pasukan darat, intelijen, logistik, komunikasi dan unit cyber.

Baca: Israel Perkirakan Hizbullah akan Menyerang lagi

Menurut The Times of Israel, beberapa aspek latihan perang ini semula dijadwalkan untuk pekan lalu, tapi ditunda akibat meningkatnya ketegangan dengan Hizbullah, yang disebutnya sebagai kelompok teroris.

IDF menyebutkan bahwa latihan itu dijadwalkan berakhir Rabu (11/9/2019).

“Berbagai skenario akan disimulasikan, dengan penekanan pada kerja sama, perencanaan multi-sistem dan operasi selama masa perang,” ungkap IDF.

Baca: ‘Netanyahu Desak AS Kobarkan Perang Melawan Iran’

Ketegangan Israel dengan Hizbullah yang didukung Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Dilaporkan bahwa eskalasi ini terjadi setelah tentara Israel pada akhir bulan lalu menggagalkan upaya para sekutu Iran di Suriah melancarkan serangan ke Israel utara dengan drone bersenjata, dan kemudian terjadi pula upaya serangan drone Israel di Beirut.

Sebagai reaksi atas peristiwa itu, Ahad pekan lalu Hizbullah menyerang kendaraan lapis baja Israel di dekat perbatasan Israel-Libanon, yang menurut klaim Hizbullah, telah menewaskan dan melukai semua tentara Zionis yang ada di dalam kendaraan itu, namun Israel membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa serangan itu tidak menjatuhkan korban jiwa maupun luka. (mm/thetimesofisrael/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*