Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah menyalahkan negara-negara Arab kawasan Teluk Persia terkait dengan ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok kawasan Lembah Yordania jika dalam pemilu dia terpilih lagi sebagai perdana menteri.

Hizbullah, Rabu (11/9/2019), mengutuk ambisi tersebut dan menegaskan bahwa bangsa Palestina “berhak sepenuhnya melawan segala bentuk agresi terhadap tanah dan kekayaan negaranya.”

Sehari sebelumnya, Netanyahu mengaku akan mengintegrasikan Lembah Yordania dan kawasan utara Laut Mati ke Israel jika dia terpilih lagi dalam pemilu. Pihak Palestina menyebut sikap itu “penghancur semua kesempatan perdamaian”, dan mengecam kebungkaman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan berbagai pihak lain.

Baca: Dunia Arab Protes Janji Netanyahu untuk Merampas Lembah Yordan di West Bank

Hizbullah dalam statemennya menegaskan bahwa pernyataan Netanyahu itu “datang menyusul serangkaian sikap negara-negara Teluk pendukung rezim musuh (Israel)” dan “normalisasi serta upaya negara-negara Teluk itu membangun aliansi dengan musuh telah menjadi kesempatan bagi Netanyahu untuk mencaplok lebih banyak tanah Arab setelah sebelumnya mengumumkan pencaplokan kota Quds (Yerussalem) dan bagian-bagian luas Tepi Barat, kemudian Golan dan sekarang Lembah Yordania”.

Hizbullah menambahkan, “Segala bentuk tindakan Judaisasi oleh Israel adalah tindakan batil yang akan dihadapi oleh bangsa Palestina dan akan digagalkan sebagai kegagalan Perjanjian Abad ini.”

Baca: Riyadh Kecam Netanyahu, Serukan Para Menlu OIC Segera Merapat

Hubungan Israel dengan negara-negara Arab dan sekutunya di Teluk Persia belakangan ini membaik karena sama-sama memusuhi Republik Islam Iran. Perbaikan hubungan itu antara lain ditandai dengan penyelenggaraan konferensi ekonomi di Bahrain, yang juga diikuti oleh para wartawan Israel dan dicanangkan oleh AS sebagai bagian dari promosi prakarsanya untuk perdamaian Palestina-Israel, pada Juni lalu.

Janji Netanyahu untuk merampas Lembah Yordania itu mendapat kecaman dari negara-negara Arab Teluk sendiri serta Yordania, Suriah, dan Turki. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan menggelar pertemuan khusus di Jeddah, Arab Saudi, untuk membahas “eskalasi Israel” pasca pernyataan Netanyahu tersebut.

Lembah Yordania menempati 30 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dalam Perang 1967.  Pada Maret lalu Presiden AS Donald Trump mengakui kedaulatan Israel atas bagian Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Israel. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*