Potret PM Israel, Benyamin Netanyahu. Sumber: RT

West Bank,LiputanIslam.com—PM Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pernyataan kontroversial seminggu menjelang pemilihan umum di Israel. Dalam sebuah pidato yang berlangsung pada Selasa (10/9) kemarin, ia bersumpah akan merampas Lembah Yordan dan wilayah bagian utara Laut Mati, jika kembali terpilih dalam pemilu yang akan digelar pada 17 September mendatang.

Selain itu, ia juga menyebut akan terus menambah pemukiman di area West Bank menyusul terbitnya rencana damai ala Trump “deal of the century”.

“Rencana perdamaian AS akan segera diresmikan usai pemilu. Mungkin beberapa hari (setelah pemilu). Ini adalah tantangan yang luar biasa, juga kesempatan yang luar biasa. Sebuah kesempatan bersejarah,” ucap Netanyahu.

Netanyahu mengklaim, dirinya bisa saja menjalankan rencana itu saat ini, namun untuk menghormati Presiden Trump, ia akan menunggu sampai rencana perdamaian itu benar-benar diresmikan.

“Saya ingin menetapkan kedaulatan di masyarakat dan daerah lain melalui koordinasi maksimal dengan AS. Ada satu tempat dimana kedaulatan Israel segera bisa ditetapkan pasca pemilihan. Itu akan terjadi jika saya menerima mandat yang jelas dari Anda, warga Israel,” ucap Netanyahu.

Baca: Sirine Berbunyi di Israel, Netanyahu Hentikan Pidato dan Kabur

Pernyataan demi pernyataan yang dibuat Netanyahu menuai kritik keras dari Liga Arab. Organisasi itu menyebut, perampasan West Bank akan melanggar peraturan internasional dan resolusi PBB. Sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyebut langkah Netanyahu hanya akan menghambat proses perdamaian Israel-Palestina.(fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*