Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Utusan Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi mengatakan, meski Iran tak menginginkan terjadinya perang, negara itu akan berdiri tegak menghadapi segala tindakan agresi.

Dalam sebuah opini yang dipublikasikan oleh The Washington Post pada Jum’at (24/5), ia menyebut beberapa orang pejabat AS telah mendesak Trump untuk mengambil tindakan keras untuk menyikapi Iran.

“Pengiriman armada laut AS ke Teluk Persia baru-baru ini didasarkan atas laporan intelijen palsu dan tidak didukung oleh anggota kongres dan sekutu AS,” tulisnya.

“Meskipun Iran tidak menginginkan perang, baik dengan AS atau pun negara lain, tapi kami akan tetap berdiri tegak menentang segala bentuk tindakan agresi terhadap negara kami,” tambahnya.

Menurut Takht-Ravanchi, kebijakan AS terhadap Iran lebih didasarkan atas ‘antagonisme obsesif’.

Baca: Media Israel Menilai Trump Tidak Menghendaki Perang AS-Iran

Ketegangan antara Tehran dan Washington tampak semakin tajam pasca AS memperketat sanksi minyaknya terhadap Iran. AS beripaya menurunkan penjualan minyak Iran hingga mencapai “nol”. Sanksi AS tersebut tak membuat Iran menyerah begitu saja. Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, selat penting yang selama ini menjadi lalu lintas tanker minyak dari wilayah Timur Tengah ke seluruh penjuru dunia.

Ketegangan semakin meningkat pasca AS mengirim kapal induk dan pesawat B-52 ke wilayah itu sebagai respon atas laporan intelijen AS yang menyarankan agar AS segera melakukan serangan. Sekitar 1.500 tentara AS rencananya akan diturunkan ke wilayah Timur Tengah. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*