Teheran, LiputanIslam.com –   Iran bersumpah akan memberikan “respon menghancurkan ” terhadap pelanggaran kedaulatan negara republik Islam ini setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan ancaman akan menyerang Republik Islam dengan jet tempur siluman F-35.

“Setiap musuh yang berusaha melanggar kedaulatan Republik Islam Iran, di level mana pun, akan menerima balasan telak, menghancurkan, dan menjerakan,” tegas Menteri Pertahanan Iran Brigjen  Amir Hatami, Jumat (13/7/2019).

Pernyataan ini merupakan tanggapan atas pernyataan bernada ancaman Netanyahu terhadap Iran. Di pangkalan udara Nevatim Israel awal pekan ini, Netanyahu melontarkan pernyataan mengandung ancaman akan menyerang Iran dengan menggunakan jet tempur F-35.

Baca: Netanyahu Ancam Iran dengan Pengerahan Jet Tempur F-35

Berdiri di depan pesawat tempur siluman F-35 saat meninjau pangkalan udara Israel, Selasa (9/7/2019), Netanyahu mengatakan bahwa Iran “belakangan ini mengancam dengan kehancuran Israel” sehingga “harus ingat bahwa pesawat-pesawat ini dapat mencapai setiap tempat di Timur Tengah, termasuk Iran dan, tentu saja, Suriah “.

Dalam pidato di dekat reaktor nuklir di Dimona pada Agustus 2018 Netanyahu mengancam akan “memusnahkan musuh Israel”, yang oleh banyak kalangan dinilai sebagai ancaman penggunaan bom nuklir terhadap Iran.

Menanggapi ancaman nuklir itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif saat itu mengatakan, “Iran, sebuah negara tanpa senjata nuklir, terancam pemusnahan atom oleh penghasut perang yang berdiri di sebelah pabrik senjata nuklir yang sebenarnya.”

Baca: Netanyahu Sebut Israel Capai “Perdamaian Nonformal” dengan Arab

Lebih lanjut menanggapi pernyataan Netanyahu “paling memalukan”, Hatami menyebutkan bahwa provokasi Israel itu melanggar Pasal 2 Piagam PBB dan bahwa Iran berhak menanggapi serangan demikian berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Hatami kemudian mendesak Kementerian Luar Negeri Iran agar memperkarakan “perilaku Israel yang tidak sesuai dan berbahaya” itu di lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan Dewan Keamanan. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*