Kapal tanker minyak Inggris

Kabul, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Muda Alireza Tangsiri menyatakan bahwa pembebasan kapal tanker minyak Inggris oleh Iran bukan terkait dengan kapal tanker Iran yang ditahan oleh pasukan Inggris di Gibraltar, melainkan bergantung sepenuhnya kepada keputusan pengadilan serta Organisasi Pelabuhan dan Pelayaran Iran.

“Kapal tanker minyak Inggris telah melanggar tiga undang-undang… dan harus diputuskan. Badan pengadilan serta Organisasi Pelabuhan dan Pelayaran adalah pihak yang berwenang mengambil keputusan dalam masalah ini,” ujarnya.

Baca: Gibraltar Acuhkan Permintaan AS untuk Tahan Tanker Iran

Seperti diketahui, pasukan Inggris menahan kapal supertanker minyak Iran “Grace 1” sejak 4 Juli lalu atas dugaan bahwa kapal itu membawa minyak menuju Suriah sehingga melanggar sanksi Uni Eropa.

Kemarin kapal itu telah bebas dan bergerak meninggalkan kawasan lepas pantai Gibraltar dalam kondisi sudah berganti nama menjadi “Adrian Darya 1”.

Baca: Grace 1 Dibebaskan, Wajah AS Ditampar (Lagi)

Pemerintah Gibraltar menolak permintaan AS agar tetap menahan kapal tanker Iran Grace 1, sembari menyatakan pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan itu karena terikat oleh hukum Uni Eropa. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*