Teheran, LiputanIslam.com –  Iran mengaku telah mempercepat laju produksi uranium yang telah diperkaya dalam dua bulan terakhir ini, menyusul keputusannya menghentikan sebagian komitmennya kepada perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang diteken di Wina pada tahun 2015.

Wakil Presiden Iran Ali Akbar Salehi yang merangkap Ketua Badan Tenaga Atom Iran, Senin (4/11/2019), mengatakan kepada stasiun televisi Iran bahwa negara republik Islam ini sekarang sudah memroduksi 5 kg uranium yang telah diperkaya per hari, atau 10 kali lipat volumenya pada awal September lalu.

Di pihak lain, pada hari yang sama AS mengumumkan penerapan sanksi terhadap sembilan orang dekat Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei yang menempati posisi penting di Iran.

Baca: Laksamana Fadavi: Musuh Hanya Tahu Sebagian Kecil Kekuatan Iran

Pada momen peringatan peristiwa pendudukan Kedubes AS di Teheran oleh mahasiswa Iran pada tahun 1980,  Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa penerapan sanksi itu secara berangsur akan melemahkan kemampuan Ayatullah Khamenei dalam menjalankan praktik “terorisme dan penindasan”.

Baca: Pemimpin Besar Iran Tegaskan Lagi Penolakan terhadap Perundingan dengan AS

Seperti diketahui, pada tahun 2018 AS mundur secara sepihak dari JCPOA yang diteken Iran bersama enam negara besar dunia, yaitu AS, Inggris, Prancis, Rusia, Cina, dan Jerman dengan tujuan membatasi aktivitas nuklir Iran agar tak sampai memiliki arsenal nuklir. Atas pembatasan ini Iran mendapat imbalan berbagai keuntungan ekonomi.

Setelah mundur, AS kembali menerapkan dan meningkatkan berbagai sanksi dan embargonya terhadap Iran, dan Iranpun lantas membalasnya dengan menyudahi banyak komitmennya kepada JCPOA agar negara-negara yang terlibat dalam perjanjian ini bereaksi terhadap pengkhianatan AS tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*