Teheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Iran memastikan bahwa serangan siber atau dunia maya AS baru-baru ini terhadap sistem kontrol rudal Iran gagal menimbulkan gangguan.

“Media bertanya apakah dugaan serangan dunia maya terhadap Iran benar-benar terjadi,” kata Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi, di halaman Twitter-nya, Senin (24/6/2019).

“Mereka berusaha keras, tetapi mereka belum melakukan serangan yang ampuh,” lanjutnya.

Pada Kamis lalu beberapa media Barat mengklaim bahwa AS telah menyerang sistem komputer yang mengendalikan peluncur rudal Iran.

Baca:  Menlu Iran: “Tim-B” Ingin Jebak Trump Ke Dalam Perang Melawan Iran

Disebutkan bahwa serangan itu terjadi tak lama setelah pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat nirawak RQ-4A Global Hawk milik AS yang telah memasuki wilayah udara Iran di wilayah Teluk Persia untuk kegiatan spionase. IRGC merontokkan pesawat itu dengan menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara “Khordad 3” buatan dalam negeri.

“Kami telah menghadapi terorisme siber sejak lama … Tahun lalu kami menetralisir 33 juta serangan dengan firewall,” ungkap Jahromi.

Baca: Jika Nekat Berperang dengan Iran, Trump Terancam Gagal di Pemilu Tahun Depan

Washington Post dan Associated Press melaporkan bahwa serangan cyber telah melumpuhkan sistem senjata yang digunakan IRGC untuk menembak jatuh pesawat nirawak AS. The New York Times menyebutkan bahwa itu dimaksudkan untuk membuat sistem offline untuk jangka waktu tertentu.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Sabtu (22/6/2016), memperingatkan bahwa Iran meningkatkan serangan sibernya sendiri terhadap AS. Christopher Krebs, direktur Cybersecurity dan Infrastructure Security Agency, mengatakan siber aktivitas berbahaya sedang diarahkan pada industri AS dan lembaga pemerintah oleh aktor rezim Iran dan proksi mereka. (mm/presstv/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*