Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Angkatan Laut Iran Hossein Khanzadi mengungkap prestasi baru Iran di bidang militer, satu diantaranya berupa pesawat nirawak (drone) yang dinamai “Pelican-2” yang berkemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (vertical takeoff and landing /VTOL) sehingga dapat diterbangkan dari atas geladak kapal.

Pada momen peringatan Hari Angkatan Laut Iran, Sabtu (30/11/2019), telah dipamerkan prestasi-prestasi baru yang dicapai oleh Lembaga Riset dan Jihad Swasembada yang bernaung di bawah Angkatan Laut.

Pertama adalah “Pelican-2”, sebuah drone VTOL yang dirancang khusus untuk misi maritim dengan kemampuan melakukan lepas landas dan mendarat vertikal di atas landasan yang mengambang, memantau keadaan sekitar, dan mengawasi kapal-kapal mencurigakan, mengirim gambar secara langsung berkenaan dengan keadaan sekitar, menyebar secara taktis untuk pencegatan musuh, serta menjalankan operasi pencarian untuk penyelamatan awak perahu dan obyek-obyek mengambang lain.

Komandan Angkatan Laut Iran Hossein Khanzadi mengatakan, “Drone Pelican-2 merupakan prestasi terpenting yang dipamerkan pada hari ini, dan yang memiliki kelebihan tersendiri. Prestasi ini memberi keistimewaan baru dan kepintaran kepada AL Iran,  membuatnya jarak jangkaunya semakin jauh, dan fasilitasnya semakin besar dalam penghancuran target-target jarak jauh.”

Pada pameran itu juga telah diperlihatkan beberapa proyek, termasuk Sistem Navigasi Inertial (INS) buatan dalam negeri, yang digunakan untuk deteksi dan navigasi kapal selam di bawah permukaan, di mana sistem GPS konvensional tidak berlaku.

Baca: Iran Tembak Jatuh Drone Asing

Sistem yang dikembangkan di bawah proyek Soren ini telah diproduksi dengan teknologi khusus yang tersedia hanya di sejumlah kecil negara di dunia.

Hossein Khanzadi juga mengumumkan produksi massal rudal Jask sembari menyebutkan bahwa semua kapal selam pasukan akan dilengkapi dengan senjata dan bahwa jangkauan rudal saat ini akan ditingkatkan “secara substansial” di masa depan.

Baca: Ketua Nuklir: Jika Mau, Iran Bisa Perkaya Uranium Hingga 20% dalam Waktu Empat Menit

Dia menjelaskan bahwa senjata yang dikembangkan sebagai bagian dari “proyek Jask-2” itu akan memungkinkan Angkatan Laut Iran mencapai target jarak jauh. Sistem Jask-2 mencakup kombinasi rudal, torpedo, kontrol serangan, dan peralatan komunikasi.

Dia menilai rudal itu “pasti akan menjadi kejutan serius bagi musuh”. Menurutnya, proyek lain yang dinamai “Jask-3” juga sedang dikembangkan, yang akan memungkinkan berbagai kemampuan rudal yang lebih luas untuk digunakan di kapal selam. (mm/alalam/presstv/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*