Moskow, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia menyatakan dapat memahami tindakan-tindakan lebih lanjut Iran dalam mengurangi komitmennya kepada kesepakatan nuklir.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mencatat perkembangan terbaru terkait dengan perjanjian nuklir multinasional itu mengkhawatirkan, namun dia menilai  Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas peristiwa ini setelah Washington keluar secara sepihak dari perjanjian dan menerapkan kembali sanksi dan embargonya terhadap Teheran.

Di pihak lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut tindakan Iran itu sebagai perubahan berbahaya dan akan menjadi perubahan besar.

Macron juga menyatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan dilakukan diskusi-diskusi yang melibatkan pejabat Iran untuk menarik kesimpulan secara kolektif.

Baca: Iran Resmi Umumkan Dimulainya Pengayaan Uranium di Fasilitas Fordow

Iran mulai memompa gas ke sentrifugal di fasilitas nuklir Fordow sebagai bagian dari langkah keempat dalam mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan fasilitas pengayaan uranium Fordow akan segera kembali kepada aktivitasnya secara penuh.

Baca: Ini Reaksi Eropa Usai Iran Umumkan Pemangkasan Komitmen Nuklir

Tiga langkah sebelumnya telah ditempuh Iran setahun setelah AS mengkhianati kesepakatan nuklir. Dalam beberapa tindakan itu Iran telah memberi para mitra dari Eropa tenggat waktu 60 hari untuk melaksanakan kewajiban keuangan mereka kepada Iran, khususnya di sektor minyak dan perbankan, namun desakan itu tidak mendapat tanggapan serius sehingga Iran lantas melanjutkan reaksinya dengan langkah keempat. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*