Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—  Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya akan memulai injeksi gas uranium ke sentrifugal di fasilitas pengayaan Fordow.

Tindakan ini merupakan langkah terbaru Teheran  mengurangi komitmennya kepada perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) sebagai reaksi atas keluarnya Amerika Serikat (AS) dari perjanjian nuklir multinasional yang diteken pada tahun 2015 ini.

Jubir Uni Eropa, Maja Kocijancic, menyatakan keprihatinannya pada Selasa (5/11) kemarin terkait langkah yang ditempuh Iran. Menurutnya, hal itu akan mempersulit upaya menyelamatkan perjanjian nuklir yang nasibnya tak menentu usai Washington menarik diri dari JCPOA dan kembali menjatuhkan gelombang sanksi terhadap Iran.

“Kami prihatin dengan pengumuman Presiden Rouhani untuk memangkas komitmen Iran di bawah JCPOA,” ucap Kocijancic kepada para wartawan.

Ia meminta Iran untuk menahan diri dan kembali pada komitmen yang tertulis dalam perjanjian JCPOA.

Baca: Rouhani Umumkan Fase Keempat Pemangkasan Komitmen Nuklir Iran

Sebelumnya, Iran telah meminta para anggota JCPOA Eropa—Prancis, Jerman, dan Inggris—untuk mengambil langkah praktis untuk mengkompensasi absennya Amerika dari perjanjian itu. Namun, negara-negara itu gagal memenuhi kewajibannya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*