Sumber: Presstv

Sana’a,LiputanIslam.com—Pimpinan kelompok pergerakan Yaman, Abdul Malik al-Houthi, menyatakan bahwa serangan lanjutan ke Arab Saudi dan para sekutunya akan lebih menyakitkan dari pada serangan sebelum-sebelumnya, seperti yang terjadi di fasilitas minyak Aramco beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (21/9) kemarin dan mengancam akan menargetkan pusat wilayah kerajaan jika koalisi Arab Saudi tak mau menghentikan gempurannya ke Yaman dan warga sipil.

“Kini, usai menderita kekalahan, mereka sebaiknya berhenti menyerang dan melakukan agresi ke Yaman,” ucap Abdul-Malik merujuk serangan-serangan Houthi pada 14 September lalu yang menargetkan fasilitas minyak kerajaan, hingga membuat Saudi harus kehilangan produksi minyak 50%.

“Karena agresi dan blokade terhadap Yaman masih terus berlanjut, orang-orang Yaman akan kembali melancarkan serangan yang lebih menyakitkan ke pusat wilayah agresor,” tambahnya, seperti dipublikasikan oleh stasiun TV, Al-Masirah.

Pernyataan ini dibuat saat ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Amerika Serikat telah memanfaatkan serangan tersebut untuk terus meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Baca: Saat Yaman Menghancurkan “Tuhan Orang Barat”

Menlu Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, telah memberikan tuduhan serupa terhadap Iran. Ia menyebut, kerjaan akan merespon serangan terhadap fasilitas minyak Abqaiq dan Khurais berdasarkan atas hasil investigasi yang tengah berlangsung.

“Jelas sedan dengan senjata-senjata Iran, karena itu kita telah menetapkan Iran bertanggungjawab atas serangan tersebut,” ucap Jubeir kepada para reporter. Ia menambahkan, “ Kerajaan akan mengambil langkah yang sesuai berdasarkan hasil investigasi untuk memastikan keamanan dan stabilitas.”

Tanpa memberikan bukti, Jubeir berani memastikan serangan-serangan yang diklaim oleh Houthi tidak berasal dari Yaman dan berasal dari Irak atau Iran.(fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*