Sanaa,LiputanIslam.com-Sejak lima tahun terakhir, jutaan warga Yaman menjadi sasaran bombardir membabibuta. Mereka hidup dalam kungkungan horor kelaparan dan penyakit, yang menjadikan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di masa kini.

‘Nurani’ Barat tertidur nyenyak di hadapan bencana ini, hingga kemudian ‘nurani’ mereka dibangunkan dari tidur oleh serangan ke kilang minyak Aramco.

Saat ladang-ladang minyak terbakar, Barat segera terbangun dan segera mencari-cari pelaku serta sumber nirawak-nirawak yang mengganggu tidur mereka.

Sekonyong-konyong Barat menjadi ‘beradab,’ tanpa pernah bertanya kepada diri mereka sendiri: kenapa ini bisa terjadi?

Baca: Agresi Saudi di Yaman Terus Berlanjut, Targetkan Beberapa Situs

Foto-foto anak Yaman yang kurus kering karena malnutrisi; mereka yang bahkan tak punya tetes air mata lantaran kehausan; bayi-bayi yang tak bisa menyusu hingga bibir mereka luka saking keringnya; ayah-ayah yang menundukkan kepala karena malu; bocah-bocah yang telantar di rumah-rumah yang dibombardir koalisi agresor, semua ini tak sanggup membangunkan ‘nurani’ Barat. Namun begitu barel-barel minyak terbakar, mereka terlonjak dan perasaan mereka, yang lebih mirip naluri binatang, tersentuh.

Trump, yang merupakan representasi dari peradaban kebinatangan rasis dan sekutu terbesar dalam bencana Yaman, tanpa rasa malu ‘menghukum’ Iran dengan sanksi maksimum, hanya karena orang-orang Yaman membakar minyak sebagai balasan terbakarnya rumah-rumah mereka.

Saat tuhan Barat, yaitu minyak, dihinakan, para pemimpin Barat kasak-kusuk untuk membela sesembahan mereka. Mereka berkumpul untuk berunding membicarakan jenis pembalasan dan pengembalian kredibilitas ‘tuhan mereka yang terbakar.’

Tindakan Yaman yang menyerang ‘tuhan Barat’ dengan nirawak adalah hal patut diapresiasi. Pengalaman selama 5 tahun terakhir menunjukkan, rakyat Yaman bisa mencegah agresi biadab koalisi Saudi hanya dengan menargetkan tuhan orang-orang Barat ini. Cara inilah yang akan membuat mereka bertekuk lutut. (af/alalam/shafaquna)

Baca Juga:

Bendung Hoax, Twitter Blokir Ribuan Akun Arab Pro-Saudi

Ansarullah Yaman Hentikan Serangan ke Saudi, Mengapa?

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*