Teheran, LiputanIslam.com –   Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan kepada negara-negara Islam agar turun tangan mencegah penerapan prakarsa Amerika Serikat (AS) yang dinamai “Deal of the Century” dan ditujukan untuk menuntaskan perkara Palestina tanpa mengindahkan prinsip keadilan.

Dalam statamennya yang dirilis Kamis (30/5/2019), Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan bahwa Rezim Zionis Israel sejak 70 tahun silam sampai sekarang terus bertindak sewenang-wenang terhadap bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Arab lain di sekitarnya, melakukan pendudukan secara sistematis atas tanah Palestina, melakukan Judaisasi al-Quds dan pemusnahan identitas sejarah dan kebudayaan kota ini, mengembangkan permukiman Zionis di Tepi Barat hingga mengusir penduduk non-Yahudi, membatasi akses orang-orang Palestina ke tempat-tempat suci al-Quds (Yerussalem), menyita properti orang-orang Palestina dan menghancurkan ladang-ladang pertanian mereka, dan melakukan berbagai tekanan kemanusiaan secara masif terhadap penduduk Gaza, termasuk dengan mencegah mereka dari pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan.

Baca: Presiden Iran Serukan Pawai Akbar Hari Al-Quds Internasional

Kementerian Luar Negeri Iran menambahkan bahwa kondisi Palestina dan kawasan sekitarnya sekarang semakin menuntut berbagai bangsa dan negara Muslim untuk bersatu dan kompak melawan Rezim Zionis, melindungi Masjid al-Aqsa, mematahkan segala upaya kaum Zionis untuk memecah belah umat Islam dan membuat umat ini melupakan isu Palestina yang notabene persoalan substansial Dunia Islam, dan dalam rangka ini pula, umat Islam harus berusaha melawan dan mematahkan segala “prakarsa beracun” semisal Deal of the Century dan penyelenggaraan konferensi yang bersifat menipu seperti yang diadakan di Bahrain.

Iran mengingatkan bahwa jika prakarsa-prakarsa demikian dijalankan maka akan sangat merugikan Palestina dan menjadi keuntungan besar bagi rezim ilegal yang merampas dan menduduki Palestina.

Baca: ‘Al-Quds Milik Palestina, Bukan AS atau Israel’

Iran menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas tidak mungkin diwujudkan di Timteng kecuali dengan pengindahan semua hak bangsa tertindas Palestina melalui pemulangan para pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka dan penyelenggaraan referendum yang melibatkan semua penduduk pribumi Palestina.

Statemen Kementerian Luar Negeri Iran memuji keteguhan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya, dan menyerukan kepada mereka dan seluruh umat Islam serta kaum merdeka dunia untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari al-Quds Internasional yang jatuh pada setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*