Baghdad, LiputanIslam.com –   Harian The Wall Street Journal (WSJ), Jumat (28/6/2019), melaporkan bahwa para pejabat AS mengklaim serangan drone atau pesawat nirawak ke pipa minyak Arab Saudi pada Mei lalu berasal dari Irak, bukan Yaman.

AS telah menyampaikan penilaian itu kepada Irak dengan imbauan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo kepada Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi agar mengangkat masalah ini pada awal bulan ini.

Menurut laporan itu, para pejabat AS kurang rinci dalam memberikan alasan untuk penilaian itu, sementara serangan niwarak yang “lebih canggih dari sebelumnya justru telah diluncurkan oleh pasukan Houthi di Yaman.”

Baca: Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Pasukan Koalisi Arab

Pasukan Yaman dalam dua bulan terakhir melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap fasilitas vital Saudi, termasuk instalasi minyak, bandara dan baterai pertahanan udara sebagai tanggapan atas serangan tanpa henti Saudi ke Yaman.

Serangan drone khusus, yang disorot oleh otoritas AS tersebut, menghantam dua stasiun pompa minyak Saudi jauh di dalam wilayah kerajaan yang kaya minyak ini  pada 14 Mei, hingga menyebabkan penutupan sementara pipa vital Timur-Barat sepanjang 1.200 km itu.

Laporan WSJ memicu bantahan Baghdad. Para pejabat Irak meminta Washington memberi informasi lebih lanjut mengenai klaim itu.

Baca: Ansarullah Yaman Ancam Segera Menggempur  Ibu Kota Negara-Negara Agresor

Dalam konferensi pers mingguan pada Selasa lalu Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan kepada wartawan bahwa Baghdad telah dihubungi mengenai masalah tersebut oleh para pejabat AS.

Abdul Mahdi menolak klaim tersebut dengan mengatakan bahwa intelijen dan dinas militer Irak memantau wilayah udara negara itu, dan bahwa “pada hari itu tidak ada gerakan mengenai masalah ini”.

Dia juga mengatakan, “Sejauh yang kami ketahui, kami tidak memiliki bukti dalam masalah ini.” (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*