Quds, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon menyatakan pihaknya telah mencegat pesawat nirawak (drone) Rezim Zionis Israel di angkasa Libanon selatan.

Dalam statemennya yang disiarkan saluran TV al-Manar milik Hizbullah, Kamis (31/10/2019), Hizbullah menjelaskan bahwa pencegatan itu dilakukan dengan menggunakan “senjata yang sesuai” dan membuatnya terpaksa meninggalkan angkasa Libanon.

Di pihak lain, Rezim Zionis tanpa memberikan keterangan lebih jauh mengumumkan bahwa “sebuah rudal” telah ditembakkan ke arah drone miliknya yang sedang terbang di zona udara Libanon, namun tidak mengena drone itu.

Baca: Agen Spionase Israel di Lebanon Berhasil Ditangkap

Sebelumnya, tentara Libanon menyatakan Israel pada 13 Oktober lalu telah menerbangkan drone-nya di angkasa wilayah selatan Beirut yang menjadi pangkalan Hizbullah, dan menerbangkan pula dua unit drone pembawa bahan peledak di Libanon pada Agustus lalu.

Hizbullah sendiri bersumpah akan berusaha menembak jatuh setiap drone Israel yang melanggar zona udara Libanon.

Baca: Hariri Minta Pendukung Tidak Terjebak Aksi Provokatif

Hizbullah dan Israel pernah terlibat perang hebat pada tahun 2006, yang menyebabkan tewasnya lebih dari 1200 orang di Libanon yang sebagian adalah warga sipil, dan 160 orang lainnya tewas di Israel, yang sebagian besarnya adalah militer.

AS dan Israel menyebut Hizbullah yang juga terlibat dalam perang di Suriah untuk membela Presiden Suriah Bashar Assad sebagai organisasi teroris. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*