Beirut, LiputanIslam.com –  Perdana menteri Libanon yang telah mengundurkan diri, Saad Hariri, mengimbau seluruh pendukungnya di jalanan untuk tidak terjebak apa yang disebutnya tindakan provokatif.

“Tanpa mengurangi penghargaan saya kepada semua simpati yang ada, saya ulangi permintaan kepada simpatisan al-Mustaqbal untuk menahan diri dari aksi jalanan, dan berkomitmen untuk bekerjasama dengan tentara dan pasukan keamanan dalam negeri,” pinta Hariri melalui halaman Twitter-nya, Rabu (30/10/2019).

Dia menambahkan, “Saya mengharapkan terjaganya ketentraman, dan misi kita semua adalah mencegah ketergelinciran kepada provokasi.”

Selasa lalu Hariri mengumumkan pengunduran dirinya sembari mengatakan, “Sejak 12 hari lalu rakyat Libanon menanti keputusan penyelesaian politik untuk menghentikan ketegangan. Dalam jangka waktu ini saya berusaha membuat jalan keluar di mana kami dapat mendengar suara masyarakat, dan melindungi negara dari bahaya aspek keamanan, ekonomi, dan mata pencaharian.”

Bersamaan dengan ini, Presiden Libanon Mitchel Aoun mengatakan, “Libanon memerlukan pemerintahan yang bersih, dan gerakan yang telah terjadi telah membuka pintu di depan reformasi besar… Jika tidak ada aral melintang maka rakyat akan kembali turun ke jalanan.”

Massa di berbagai kota dan daerah Libanon kembali turun ke jalanan setelah situasi pada hari Rabu lalu kembali normal menyusul pengumuman pengunduran diri Hariri. Massa menganggap mundurnya Hariri belum cukup untuk menghentikan gelombang unjuk rasa.

Puluhan massa yang berkonsentrasi di bundaran al-Syuhada dan Riyadh al-Sulh di Beirut, dan menyatakan bahwa pengunduran diri itu hanya dapat membuka jalan-jalan yang semula ditutup oleh massa.

Baca: Hariri Nyatakan Siap Menjabat Kembali, Ini Syaratnya

Massa memiliki tuntutan yang beragam dan tak sama antara suatu daerah dan daerah lainnya, tapi pada umumnya menuntut pembentukan pemerintahan khusus, pelaksanaan pemilu parlemen sebelum waktunya, penetapan undang-undang pengembalian uang negara yang telah dikorupsi, dan penerapan perang melawan korupsi.

Baca: Ayatullah Khamenei Sampaikan Seruan Kepada Demonstran di Irak dan Libanon

Sejak 17 Oktober lalu Libanon diwarnai gelombang protes “gerakan rakyat” dalam skala besar dan lintas golongan yang menuntut menyingkirnya para politisi. Aksi ini menyebabkan terblokirnya jalanan di seluruh kawasan Libanon, serta meliburkan banyak bank, sekolah, dan universitas. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*