Teheran, LiputanIslam.com – Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami dalam orasinya di hadapan jutaan massa pengunjuk rasa anti-AS dan sekutunya melontarkan ancaman keras dengan menyatakan bahwa AS, Israel, Inggris dan Arab Saudi akan hancur jika mereka melanggar “garis merah” Iran.

“Kami telah memperlihat sikap menahan diri, menunjukkan kesabaran atas gerakan-gerakan agresif AS, Rezim Zionis (Israel), dan Saudi terhadap Republik Isam Iran. Tapi kami akan menghancurkan mereka jika mereka melanggar garis merah,” ancam Salami ketika menjumpai keluarga anggota Brigade Imam Husain IRGC yang terbunuh dalam peristiwa kerusuhan di Iran belakangan ini, sebagaimana dikutip Rai al-Youm, Senin (25/11/2019).

Dia lantas bersumpah, “Kami akan membalas darah syuhada pembela keamanan dari kekuatan-kekuatan arogan dunia dan para anteknya di negara ini.”

Komandan  IRGC memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan di Iran belakangan ini tidak akan lolos dari kejaran badan intelijen Iran. Dia juga berharap pengadilan Iran dapat menjatuhkan vonis hukuman berat terhadap orang-orang yang dia sebut “para antek bayaran” itu.

Pada kesempatan lain dalam orasinya di tengah jutaan massa unjuk rasa anti-AS di Teheran, Senin, dia mengancam Israel dengan menegaskan, “Saya katakan kepada kaum Zionis, janganlah mengandalkan Amerika, karena ia tidak akan datang untuk menyelamatkan kalian. Dan kalaupun datang maka ia datang setelah kalian habis, dan terlambat.”

Baca: Pasukan Elit Iran Mengaku Berhasil Gagalkan “Mega Konspirasi” Dalam Tempo 48 Jam

Dia melanjutkan, “Saya tegaskan kepada AS, Israel, Inggris, dan klan al-Saud bahwa jika kalian melewati batas kalian maka kami akan menghancurkan kalian.”

Jenderal Salami juga memastikan bahwa kerusuhan yang terjadi di Iran belakangan ini merupakan akibat dari kekalahan kubu musuh Iran di berbagai kancah konflik selama empat dekade terakhir.

Baca: Kunjungi Golan, Netanyahu Tuding Iran Rencanakan Serangan terhadap Israel

Sebelumnya, pihak yang berwenang di Iran melontarkan tuduhan bahwa para antek AS, Israel, dan Saudi berada di balik kerusuhan dan bentrokan berdarah yang mewarnai unjuk rasa protes terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kerusuhan itu sendiri lantas dihadapi oleh jutaan rakyat Iran dengan menggelar unjuk rasa akbar anti AS serta sekutu dan anteknya di pelbagai kota dan daerah Iran selama beberapa hari berturut-turut. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*